6 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Beternak Golden Pheasant

Terbit: 11 Mei 2016 • Update: 24 Juli 2026

Beternak golden pheasant menjadi salah satu pilihan menarik bagi pecinta unggas hias. Golden pheasant atau yang sering disebut ayam golden pheasant merupakan jenis ayam hias yang sangat populer karena keindahan bulunya yang mencolok. Burung ini memiliki nama ilmiah Chrysolophus pictus dan berasal dari dataran Cina.

Di Indonesia, golden pheasant juga dikenal dengan sebutan ayam hong atau ayam pegar emas. Selain tampilannya yang eksotis, burung ini juga memiliki berbagai karakteristik unik yang membuatnya semakin menarik untuk dipelihara.

Berbagai fakta menarik mengenai asal-usul dan keunikan burung ini dapat ditemukan dalam pembahasan tentang golden pheasant atau chinese pheasant.

Jual Berbagai Jenis Ayam Pheasant

Ayam sehat, garansi hidup, siap kirim ke seluruh Indonesia.

Meskipun habitat aslinya berada di daerah dengan iklim dingin, golden pheasant ternyata mampu beradaptasi dengan cukup baik di daerah tropis seperti Indonesia. Karena itu, banyak peternak maupun penghobi unggas mulai tertarik untuk beternak golden pheasant sebagai koleksi maupun peluang usaha.

Sebelum memulai ternak golden pheasant, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui agar proses pemeliharaan berjalan dengan baik dan menghasilkan ayam yang sehat serta berkualitas.

Golden pheasant memiliki bulu cantik yang berwarna merah dan gold atau emas
Golden pheasant memiliki bulu cantik yang berwarna merah dan gold / emas

1. Perbedaan Golden Pheasant Jantan dan Betina

Perbedaan antara golden pheasant jantan dan betina biasanya mulai terlihat jelas saat ayam berusia sekitar 5 bulan. Pejantan memiliki warna bulu yang jauh lebih cerah dan mencolok dibandingkan betina.

Golden pheasant jantan umumnya memiliki kombinasi warna emas, merah, biru, dan hijau yang sangat indah. Sementara itu, betina cenderung berwarna cokelat dengan corak yang lebih sederhana. Selain itu, ukuran tubuh jantan juga biasanya lebih besar dibandingkan betina.

Mengetahui perbedaan ini sangat penting dalam beternak golden pheasant, terutama bagi peternak yang ingin mengembangbiakkan ayam hias ini secara optimal.

ayam golden pheasant betina cenderung cokelat tidak seperti golden pheasant jantan yang memilki warna mernarik
ayam golden pheasant betina cenderung cokelat tidak seperti golden pheasant jantan yang memilki warna mernarik

2. Masa Kawin Ayam Golden Pheasant

Golden pheasant betina biasanya mulai memasuki masa kawin setelah berumur sekitar 1 tahun. Sedangkan pejantan umumnya siap kawin pada usia sekitar 1,5 tahun.

Dalam satu periode bertelur, golden pheasant dapat menghasilkan sekitar 8–12 butir telur. Namun, jenis ayam ini dikenal kurang pandai mengerami telurnya sendiri. Oleh karena itu, banyak peternak yang menitipkan telur tersebut kepada induk ayam lain atau menggunakan mesin penetas telur.

Telur golden pheasant biasanya menetas dalam waktu sekitar 23 hari. Setelah menetas, anakan dapat dipindahkan ke kandang khusus agar pertumbuhannya lebih optimal.

Ayam Pheasant ayam Golden Pheasant ini akan memasuki masa kawin pada usia 1 tahunan ke atas
Ayam Golden Pheasant ini akan memasuki masa kawin pada usia 1 tahunan ke atas

3. Pakan Golden Pheasant

Pakan merupakan faktor penting dalam keberhasilan beternak golden pheasant. Kabar baiknya, makanan ayam ini cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Beberapa jenis pakan yang bisa diberikan antara lain:

  • Voer atau BR sebagai pakan utama
  • Jangkrik dan serangga kecil
  • Biji-bijian
  • Buah-buahan seperti apel dan pepaya
  • Ulat hongkong sebagai sumber protein tambahan

Untuk anakan golden pheasant, Anda bisa memberikan voer yang dicampur sayuran halus dan sedikit air. Pakan dengan kandungan protein tinggi sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan dan menjaga kesehatan ayam.

Kekurangan protein dapat menyebabkan golden pheasant memiliki sifat kanibalisme. Oleh karena itu, pemberian pakan yang seimbang sangat penting dalam pemeliharaan ayam hias ini.

Ulat hongkong menjadi salah satu makanan kesukaan ayam golden pheasant
Ulat hongkong menjadi salah satu makanan kesukaan ayam golden pheasant

4. Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan golden pheasant. Kandang sebaiknya dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sarang penyakit.

Selain itu, kandang juga disarankan disemprot dengan disinfektan setidaknya satu bulan sekali untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang golden pheasant:

  • Ketinggian kandang minimal 2 meter
  • Memiliki ruang yang cukup luas
  • Dilengkapi tempat bertengger
  • Menggunakan kawat strimin agar sirkulasi udara baik

Golden pheasant memiliki kebiasaan bertengger, sehingga Anda bisa menambahkan ranting kayu sebagai tempat hinggap.

membersihkan kandang secara rutin. Agar kandang tidak menjadi sarang penyakit
membersihkan kandang secara rutin. Agar kandang tidak menjadi sarang penyakit

5. Harga Golden Pheasant di Indonesia

Golden pheasant termasuk salah satu ayam hias dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan jenis ayam hias lainnya. Hal ini disebabkan oleh keindahan bulunya yang unik serta jumlah peternaknya yang belum terlalu banyak.

Meski demikian, tingginya harga golden pheasant justru menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Jika ayam yang dipelihara berhasil berkembang biak dengan baik, maka hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi peternak.

Bagi Anda yang ingin mengetahui harga ayam golden pheasant terbaru, hubungi kami via whatsapp di bawah ini dan konsultasikan gratis terkait kebutuhan ternak Anda.

Jual Ayam gOLDEN pHEASANT

Ayam sehat, garansi hidup, siap kirim ke seluruh Indonesia.

6. Cara Menghasilkan Bibit Golden Pheasant Berkualitas

Untuk menghasilkan bibit golden pheasant yang berkualitas, pemilihan indukan sangatlah penting. Indukan yang sehat dan memiliki kualitas genetik baik akan menghasilkan anakan yang unggul.

Salah satu cara yang sering dilakukan peternak adalah dengan mengawinkan anakan jantan dengan indukan betina yang berkualitas, serta anakan betina dengan indukan jantan yang unggul. Metode ini dipercaya dapat menjaga kualitas genetik golden pheasant.

Selain itu, perawatan yang baik sejak anakan menetas juga sangat mempengaruhi kualitas ayam saat dewasa.

Peluang Usaha Beternak Golden Pheasant

Permintaan terhadap ayam golden pheasant di Indonesia terus meningkat, sementara jumlah peternaknya masih terbatas. Hal ini menjadikan beternak golden pheasant sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Selain sebagai koleksi unggas hias, golden pheasant juga sering dipelihara untuk mempercantik taman atau area wisata.

Beternak golden pheasant tidak hanya memberikan kepuasan dalam memelihara ayam hias yang indah, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha yang menarik.

Dengan memahami perbedaan jantan dan betina, masa kawin, pakan, kebersihan kandang, hingga cara menghasilkan bibit berkualitas, Anda dapat memulai usaha ini dengan lebih mudah.

Bagi Anda yang tertarik memelihara atau mengembangkan usaha ayam hias ini, tersedia berbagai pilihan ayam dengan kualitas baik yang siap dipelihara. Informasi mengenai ketersediaan dan detailnya dapat dilihat pada halaman jual ayam golden pheasant.

Pertanyaan Umum Seputar Beternak Golden Pheasant

1. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum beternak golden pheasant?

Sebelum mulai beternak Golden Pheasant, siapkan kandang yang sesuai, pakan yang cukup, serta lingkungan pemeliharaan yang aman dan nyaman. Persiapan yang baik akan membantu Golden Pheasant beradaptasi dan tumbuh dengan optimal.

2. Apakah Golden Pheasant mudah untuk diternakkan?

Golden Pheasant dapat diternakkan selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Peternak perlu memperhatikan kondisi kandang, pemberian pakan, kebersihan, serta perlindungan dari gangguan predator dan kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan stres.

3. Apa saja pakan yang bisa diberikan kepada Golden Pheasant?

Golden Pheasant membutuhkan pakan yang mengandung nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kondisi tubuhnya. Pakan dapat disesuaikan dengan usia dan kebutuhan burung, serta dilengkapi dengan sumber nutrisi tambahan jika diperlukan.

4. Bagaimana kandang yang ideal untuk Golden Pheasant?

Kandang Golden Pheasant sebaiknya memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan tidak terlalu sempit. Kandang juga perlu dijaga kebersihannya, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta terlindung dari hujan berlebihan, predator, dan gangguan lainnya.

5. Apa yang harus diperhatikan saat memilih Golden Pheasant untuk diternakkan?

Pilih Golden Pheasant yang aktif, memiliki mata jernih, bulu rapi, kondisi tubuh proporsional, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Memilih bibit yang sehat sejak awal dapat membantu proses pemeliharaan dan pengembangan ternak berjalan lebih baik.

Tertarik Memiliki Golden Pheasant Berkualitas?

Golden Pheasant merupakan salah satu burung hias yang memiliki penampilan sangat menarik dan dapat menjadi pilihan untuk menambah koleksi maupun dikembangkan sebagai ternak. Namun, sebelum mulai beternak, pemilihan bibit yang sehat dan berkualitas tentu menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Golden Pheasant yang sehat akan lebih siap beradaptasi dengan lingkungan baru dan dipelihara sesuai kebutuhan. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat menikmati keindahannya sekaligus mengembangkan peluang dari budidaya burung hias.

Hubungi kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai ketersediaan Golden Pheasant, usia, kondisi burung, harga, serta proses pemesanan dan pengiriman.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

5/5 - (16 votes)

2 pemikiran pada “6 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Beternak Golden Pheasant”

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!