7 Penyakit Ayam Paling Umum: Ciri-Ciri dan Cara Mengobatinya

Terbit: 4 Agustus 2015 • Update: 14 Juli 2026

Ayam yang tiba-tiba tidak mau makan, lemas, dan terlihat tidak aktif adalah tanda awal penyakit yang tidak boleh diabaikan. Banyak peternak terlambat menyadari gejala ini, sehingga penyakit berkembang menjadi lebih parah bahkan berujung kematian.

Padahal, jika Anda bisa mengenali ciri-ciri penyakit ayam sejak awal, penanganannya bisa jauh lebih mudah dan peluang sembuh lebih tinggi.

Di artikel ini, Anda akan belajar:

  • Ciri-ciri ayam sakit yang paling sering muncul
  • Jenis penyakit ayam yang umum terjadi
  • Cara mengobati ayam sakit dengan tepat
  • Tips agar ayam cepat pulih & tidak mati

Jual Berbagai Jenis Ayam Hias

Ayam sehat, garansi hidup, siap kirim ke seluruh Indonesia.

Ciri-Ciri Ayam Sakit yang Harus Diwaspadai

Perhatikan Tanda-Tanda Berikut Ini:

No Gejala Keterangan
1 Nafsu makan menurun Ayam terlihat tidak tertarik makan atau minum.
2 Ayam lemas & tidak aktif Lebih sering diam, menyendiri, dan tidak banyak bergerak.
3 Kotoran tidak normal
  • Diare
  • Warna hijau atau putih
  • Berbau menyengat
4 Bulu kusam & mengembang Menandakan kondisi tubuh ayam sedang tidak sehat.
5 Gangguan pernapasan
  • Ngorok
  • Bersin
  • Lendir dari hidung
👉 Jika muncul 2–3 gejala sekaligus, segera lakukan penanganan untuk mencegah kondisi semakin parah.

Jenis Penyakit Ayam yang Paling Sering Terjadi

1. Tetelo (ND/Newcastle Disease)

Tetelo merupakan penyakit virus yang sangat menular dan memiliki tingkat kematian tinggi. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan saraf ayam.

Ciri-ciri ayam terkena tetelo:

  • Jalan sempoyongan atau mundur
  • Leher berputar
  • Nafsu makan hilang
  • Bulu kusam
  • Pilek dan lendir di mulut
  • Mata keruh
  • Sayap dan kaki lumpuh
Salah satu dari ciri-ciri ayam terkenal penyakit tetelo yakni kepala ayam yang seperti tepelintir kebawah
Salah satu ciri-ciri ayam terkena penyakit tetelo adalah kepala ayam yang seperti terpelintir ke bawah

Penanganan:

Segera pisahkan ayam sakit. Berikan ramuan herbal dari daun pepaya, gula jawa, dan temulawak rebus. Untuk pencegahan jangka panjang, vaksin ND sangat dianjurkan sejak DOC (Day Old Chick).

Beberapa peternak juga memanfaatkan Tetra Chlor sebagai pendukung daya tahan tubuh ayam.

2. Kolera (Berak Hijau)

Berak hijau pada ayam merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan umumnya menular melalui air minum atau pakan yang telah terkontaminasi.

Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat, terutama pada lingkungan kandang yang kurang terjaga kebersihannya.

Gejala kolera:

  • Kotoran hijau encer
  • Jengger pucat
  • Ayam lemas dan menyendiri
  • Sayap menggantung
  • Sesak napas
Salah satu contok ayam yang terkena penyakit kolera akan mengeluarkan kotoran atau berak berwarna hijau
Contoh ayam yang terkena penyakit kolera akan mengeluarkan kotoran atau berak berwarna hijau

Penanganan:

Gunakan obat koleridin sesuai dosis atau kombinasikan dengan rebusan daun pepaya dan temuireng.

3. Cacar Unggas (Fowl Pox/Patek)

Cacar unggas merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Avipox. Penyakit ini umumnya ditandai dengan munculnya benjolan atau lesi menyerupai kutil pada bagian wajah, jengger, atau area kulit lainnya.

Selain itu, dalam kondisi tertentu, infeksi juga dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas.

Penanganan:

Tempatkan ayam pada kandang kering dan hangat. Olesi bagian yang terkena dengan minyak tanah 2–3 kali sehari selama beberapa hari.

Ayam yang sudah terserang penyakit fox dengan tanda adanya benjolan-benjolan pada bagian jengger dan wajah
Ayam yang sudah terserang penyakit fox ditandai dengan adanya benjolan-benjolan pada bagian jengger dan wajah

4. Penyakit Snot

Penyakit snot merupakan gangguan pernapasan pada ayam yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus gallinarum.

Penyakit ini umumnya menyerang saluran pernapasan bagian atas dan dapat menular dengan cukup cepat antar ayam jika tidak segera ditangani.

Ciri utama:

  • Wajah bengkak
  • Lendir berbau
  • Nafsu makan turun
  • Ayam ngorok
Ayam yang terkena penyakti snot pada bagian wajah akan terjadi pembengkakan
Ayam yang terkena penyakti snot pada bagian wajah akan terjadi pembengkakan

Pada kondisi cuaca buruk, penanganan bisa dibantu dengan kapsul Trimezyn-S seperti dijelaskan pada panduan cara mengobati penyakit ayam saat cuaca tidak baik.

5. Penyakit Gumboro

Penyakit Gumboro merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama pada ayam berusia muda. Akibatnya, daya tahan tubuh ayam menurun sehingga lebih rentan terhadap berbagai penyakit lain.

Gejala:

  • Diare putih
  • Gemetar
  • Bulu kusam
  • Ayam mematuk kloaka
Salah satu tanda atau cir-ciri ayam terkena penyakit gumboro yakni nafsu makan ayam menjadi menurun
Salah satu tanda atau ciri-ciri ayam terkena penyakit gumboro adalah nafsu makan ayam menjadi menurun

Penanganan herbal:

Rebus kunyit, gula merah, dan lempuyang (masing-masing 100 gram) dengan 1 liter air. Saring setelah dingin dan berikan selama 7 hari berturut-turut.

6. Penyakit Marek (Kanker Unggas)

Penyakit Marek merupakan salah satu penyakit serius pada ayam yang disebabkan oleh virus dari kelompok herpesvirus.

Penyakit ini umumnya menyerang ayam berusia di bawah 20 minggu dan dapat menimbulkan gangguan pada saraf, organ, hingga pertumbuhan.

Gejala:

  • Lumpuh
  • Wajah pucat
  • Diare
  • Berat badan turun

Ayam yang terkena marek sebaiknya segera diafkir. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi sejak dini.

Agar ayam yang kita ternakan tidak terkena penyakit marek, maka kita perlu melakukan vaksinasi dini pada ayam
Agar ayam yang diternakkan tidak terkena penyakit marek, maka perlu melakukan vaksinasi dini pada ayam

7. Penyakit Cacingan

Penyakit cacingan pada ayam umumnya disebabkan oleh infeksi parasit cacing di dalam saluran pencernaan. Kondisi ini sering muncul, terutama saat musim hujan, ketika kelembapan meningkat dan sanitasi kandang kurang terjaga.

Jika tidak ditangani dengan baik, cacingan dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga pertumbuhan ayam menjadi terhambat dan kondisi tubuhnya melemah.

Gejala:

  • Ayam kurus
  • Diare berlendir
  • Pertumbuhan lambat

Penanganan:

Gunakan obat cacing seperti piperazine atau pipedon-x. Kebersihan kandang wajib dijaga agar telur cacing tidak berkembang.

Jika ayam mengalami diare berdarah, penting juga memahami penyakit koksidiosis pada ayam agar penanganannya tidak salah.

Pertanyaan Umum Seputar Penyakit Ayam dan Cara Mengobatinya

1. Apa ciri-ciri ayam yang sedang sakit?

Ayam yang sakit umumnya menunjukkan gejala seperti nafsu makan menurun, tubuh lemas, bulu kusam atau mengembang, diare, gangguan pernapasan, hingga lebih sering menyendiri. Jika muncul beberapa gejala sekaligus, sebaiknya ayam segera dipisahkan untuk mencegah penularan.

2. Apa penyakit yang paling sering meyerang ayam?

Beberapa penyakit yang paling sering menyerang ayam antara lain tetelo (Newcastle Disease), kolera (berak hijau), cacar unggas (fowl pox), snot (infectious coryza), gumboro, marek, dan cacingan. Setiap penyakit memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda.

3. Bagaimana cara mengobati ayam yang sakit?

Langkah pertama adalah mengisolasi ayam yang sakit agar tidak menularkan penyakit ke ayam lain. Setelah itu, berikan pengobatan sesuai penyebab penyakit, jaga kebersihan kandang, sediakan air minum bersih, dan berikan pakan bergizi untuk membantu proses pemulihan.

4. Apakah semua penyakit ayam bisa disembuhkan?

Tidak semua penyakit ayam dapat disembuhkan sepenuhnya. Beberapa penyakit akibat virus, seperti Newcastle Disease (tetelo) dan Marek, lebih efektif dicegah melalui vaksinasi daripada diobati. Karena itu, deteksi dini dan tindakan pencegahan sangat penting dalam pemeliharaan ayam.

5. Bagaimana cara mencegah penyakit pada ayam?

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan bernutrisi, menyediakan air minum yang bersih, menerapkan biosekuriti, melakukan vaksinasi sesuai jadwal, serta segera mengkarantina ayam yang menunjukkan gejala sakit. Langkah-langkah tersebut terbukti efektif menekan risiko penyebaran penyakit pada peternakan ayam.

Tertarik Memiliki Ayam Berkualitas dan Sehat?

Mencegah penyakit selalu lebih baik daripada mengobati. Selain menerapkan manajemen kandang yang baik, memilih bibit ayam yang sehat dari peternak terpercaya juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terserang berbagai penyakit.

Di Jualayamhias, kami menyediakan berbagai jenis ayam hias dan ayam ternak berkualitas dengan kondisi sehat, aktif, dan siap dipelihara. Kami juga siap membantu Anda memilih jenis ayam yang sesuai dengan kebutuhan serta memberikan konsultasi dasar mengenai pemeliharaannya.

Hubungi kami melalui WhatsApp sekarang untuk mengetahui stok, harga terbaru, dan berkonsultasi sebelum membeli.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

4.8/5 - (56 votes)

14 pemikiran pada “7 Penyakit Ayam Paling Umum: Ciri-Ciri dan Cara Mengobatinya”

    • Ciri-ciri penyakit Snot adalah:

      – Adanya pembengkakan pada area sinus ( batas antara hidung dan mata), berlendir (berbau busuk)
      – Tidak nafsu makan
      – Bulu kusam
      – Pilek

      Penanganan penyakit snot:
      Ayam yang terkena penyakit ini dapat disembuhkan dengan obat amplikol yang bisa di dapatkan toko obat hewan maupun di toko pakan ternak atau unggas.

      Salam jualayamhias.com

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!