5 Penyakit Ayam Kalkun yang Paling Sering Menyerang dan Cara Mengobatinya

Terbit: 24 September 2015 • Update: 2 Agustus 2026

Ayam kalkun dikenal sebagai unggas yang memiliki tubuh besar, pertumbuhan relatif cepat, dan nilai ekonomi tinggi, baik sebagai ayam hias maupun ayam pedaging. Meskipun terkenal cukup kuat, kalkun tetap rentan terserang berbagai penyakit, terutama jika kebersihan kandang, kualitas pakan, dan biosecurity kurang diperhatikan.

Sebagian besar penyakit pada ayam kalkun sebenarnya dapat dicegah sejak dini. Mengenali gejala awal menjadi langkah utama agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko kematian maupun penularan ke unggas lain dapat diminimalkan.

Pada artikel ini Anda akan mempelajari lima penyakit ayam kalkun yang paling sering ditemukan, penyebabnya, gejala yang muncul, cara pengobatan yang tepat, serta langkah pencegahannya berdasarkan rekomendasi kesehatan unggas.

Jual Ayam Kalkun

Ayam sehat, garansi hidup, siap kirim ke seluruh Indonesia.

Ayam Kalkun saat ini banyak diternakkan untuk hias maupun sebagai penghasil daging
Ayam Kalkun saat ini banyak diternakkan untuk hias maupun sebagai penghasil daging

Penyakit ayam kalkun bermacam-macam, di bawah ini akan kami jelaskan jenis-jenis penyakit ayam kalkun dan cara menanggulanginya :

1. Cacar Ayam Kalkun (Fowl Pox)

Gejala

Beberapa gejala cacar pada kalkun yang umum terlihat antara lain:

  • Muncul benjolan atau kerak berwarna cokelat kehitaman pada jengger, pial, kelopak mata, atau kulit tanpa bulu.
  • Nafsu makan menurun.
  • Ayam tampak lesu.
  • Pada kasus berat, muncul luka pada rongga mulut sehingga ayam kesulitan makan dan bernapas.

Cara Mencegah

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Mengendalikan populasi nyamuk.
  • Menjaga sanitasi kandang.
  • Melakukan vaksinasi Fowl Pox bila daerah Anda termasuk wilayah endemis.
Cacar atau Bentol Merah menjadi salah satu penyakit ayam kalkun yang cukup sering menyerang
Cacar atau bentol merah menjadi salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ayam kalkun

Cara Mengobati

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat membunuh virus penyebab cacar ayam secara langsung. Pengobatan lebih difokuskan untuk mencegah infeksi sekunder dan membantu proses penyembuhan.

Langkah Penjelasan
1. Pisahkan Ayam yang Sakit Pisahkan ayam yang terluka dari kelompok untuk mencegah perilaku mematuk sesama ayam dan mengurangi risiko penularan penyakit.
2. Bersihkan Luka Bersihkan area luka menggunakan antiseptik yang aman untuk unggas sesuai anjuran dokter hewan agar risiko infeksi dapat diminimalkan.
3. Berikan Vitamin Tambahkan vitamin A, vitamin E, dan elektrolit untuk membantu mempercepat proses penyembuhan serta meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
4. Penanganan Infeksi Apabila muncul infeksi bakteri sekunder, penggunaan antibiotik sebaiknya dilakukan sesuai indikasi dan rekomendasi dokter hewan.
Catatan: Hindari penggunaan campuran bensin, oli, maupun bahan kimia lain pada luka karena tidak direkomendasikan dalam praktik veteriner modern dan justru dapat memperparah kerusakan jaringan kulit ayam.

2. Infectious Coryza (Snot) atau Pilek Ayam

Jenis penyakit kedua yang sering dialami ayam kalkun atau unggas-unggas lain adalah pilek atau hidung mengeluarkan lendir. Snot pada ayam kalkun sering disebabkan oleh bakteri Avibacterium paragallinarum. Penyakit ini mudah menular melalui udara, percikan lendir, peralatan kandang, maupun air minum yang terkontaminasi.

Keluarnya lendir dari hidung juga menandakan bahwa ayam tersebut terkena penyakit Snot
Keluarnya lendir dari hidung juga menandakan bahwa ayam tersebut terkena penyakit snot

Gejala

Ayam yang terserang biasanya menunjukkan:

  • Hidung berlendir.
  • Bersin.
  • Mata berair.
  • Wajah membengkak.
  • Nafsu makan menurun.
  • Pertumbuhan melambat.

Jika tidak segera ditangani, ayam menjadi lemah dan produktivitasnya menurun.

Cara Mengobati

Langkah pertama yaitu segera pisahkan ayam yang sakit agar penularan tidak meluas. Selanjutnya lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Bersihkan kandang dan tingkatkan ventilasi udara.
  • Berikan air minum yang bersih.
  • Konsultasikan penggunaan antibiotik kepada dokter hewan karena pemilihan antibiotik harus disesuaikan dengan penyebab infeksi.

Cara Mencegah

Beberapa pencegahan paling efektif meliputi menjaga kepadatan kandang, menjaga kelembapan kandang tetap rendah, membersihkan tempat makan dan minum setiap hari, serta mengisolasi ayam baru sebelum digabungkan dengan populasi lama.

3. Kolera Unggas (Fowl Cholera)

Jenis penyakit yang ketiga adalah kolera. Unggas yang terserang gejala kolera memiliki pial yang terlihat membengkak. Kolera ayam merupakan penyakit bakteri yang disebabkan oleh Pasteurella multocida. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak apabila tidak segera ditangani.

Salah satu contok ayam yang terkena penyakit kolera akan mengeluarkan kotoran atau berak berwarna hijau
Salah satu contoh ayam yang terkena penyakit kolera akan mengeluarkan kotoran atau berak berwarna hijau

Gejala

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Demam.
  • Lesu.
  • Nafsu makan hilang.
  • Berak kehijauan.
  • Pial membengkak.
  • Sulit bernapas.

Pada infeksi akut, ayam bisa mati tanpa menunjukkan gejala yang jelas sebelumnya.

Cara Mengobati

Pengobatan harus dilakukan secepat mungkin dengan bantuan dokter hewan. Umumnya dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai berdasarkan kondisi ayam dan hasil pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan.

Selain itu, beberapa langkah yang dapat Anda lakukan yaitu dengan mengkarantina ayam yang sakit, membersihkan seluruh kandang menggunakan desinfektan, dan membuang sisa pakan yang sudah terkontaminasi.

Cara Mencegah

Kolera dapat dicegah melalui:

  • Biosecurity yang baik.
  • Sanitasi kandang rutin.
  • Pengendalian tikus dan unggas liar.
  • Vaksinasi pada peternakan dengan riwayat kolera.

4. Newcastle Disease (ND)

Newcastle Disease atau Tetelo merupakan salah satu penyakit virus paling berbahaya pada unggas, termasuk ayam kalkun. Virus ini menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf.

Salah satu dari ciri-ciri ayam terkenal penyakit tetelo yakni kepala ayam yang seperti tepelintir kebawah
Salah satu dari ciri ayam terkena penyakit tetelo yakni kepala ayam yang seperti tepelintir ke bawah

Gejala

Gejala ND yang umum muncul antara lain:

  • Nafsu makan turun.
  • Batuk dan sesak napas.
  • Diare.
  • Leher terpuntir (tortikolis).
  • Lumpuh.
  • Kematian mendadak.

Cara Mengobati

Saat ini belum tersedia obat yang dapat membunuh virus ND. Tetapi penanganan dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut:

  • Isolasi ayam yang sakit.
  • Pemberian vitamin dan elektrolit.
  • Menjaga suhu kandang tetap nyaman.
  • Mencegah infeksi bakteri sekunder sesuai arahan dokter hewan.

Cara Mencegah

Berikut adalah beberapa pencegahan terbaik yang dapat dilakukan:

  • Vaksinasi ND secara berkala.
  • Membatasi lalu lintas orang maupun peralatan ke dalam kandang.
  • Membersihkan kandang menggunakan desinfektan.
  • Menghindari kontak dengan unggas liar.

5. Blackhead (Histomoniasis)

Blackhead merupakan penyakit yang sangat merugikan pada kalkun. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Histomonas meleagridis.

Parasit ini biasanya ditularkan melalui telur cacing sekum (Heterakis gallinarum) yang terdapat di tanah atau feses unggas.

Contoh penyakit blackhead atau kepala hitam pada ayam
Contoh penyakit blackhead atau kepala hitam pada ayam

Gejala

Gejala penyakit blackhead yang sering terlihat yaitu:

  • Nafsu makan hilang.
  • Berat badan turun drastis.
  • Diare kuning kehijauan.
  • Ayam tampak mengantuk.
  • Sayap menggantung.
  • Pertumbuhan terhambat.

Pada kalkun muda, angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi.

Cara Mengobati

Tidak semua negara mengizinkan penggunaan obat antiprotozoa tertentu karena alasan keamanan pangan.

Oleh karena itu, langkah terbaik adalah lakukan hal berikut ini:

  • Mengisolasi ayam yang sakit.
  • Menjaga kandang tetap kering.
  • Mengontrol cacing menggunakan program pemberian obat cacing sesuai jadwal.
  • Berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai terapi yang diperbolehkan di wilayah Anda.

Cara Mencegah

Pencegahan lebih efektif dibanding pengobatan, yaitu dengan membersihkan kandang secara rutin, menghindari genangan air, melakukan program pengendalian cacing, dan tidak mencampur kalkun dengan ayam yang berpotensi membawa parasit.

Penyakit Penyebab Gejala Utama Pencegahan
Cacar Ayam Avipoxvirus Benjolan pada kulit Vaksin, kontrol nyamuk
Infectious Coryza Avibacterium paragallinarum Hidung berlendir Sanitasi kandang
Kolera Unggas Pasteurella multocida Pial bengkak, demam Biosecurity, vaksin
Blackhead Histomonas meleagridis Diare kuning, kurus Pengendalian cacing
Newcastle Disease Avian Orthoavulavirus-1 Gangguan saraf Vaksin ND

Upaya Mencegah Ayam Kalkun Terserang Penyakit

Selain memahami jenis penyakitnya, keberhasilan beternak kalkun sangat ditentukan oleh manajemen pemeliharaan sehari-hari. Berikut lima langkah yang paling berdampak untuk menekan risiko penyakit:

1. Terapkan biosecurity yang ketat dengan membatasi keluar-masuk orang, kendaraan, maupun peralatan ke area kandang. Langkah sederhana ini mampu mengurangi risiko masuknya bibit penyakit dari luar.

2. Lakukan vaksinasi sesuai jadwal, terutama untuk penyakit penting seperti Newcastle Disease dan Fowl Pox pada daerah yang berisiko tinggi. Vaksinasi merupakan investasi yang jauh lebih murah dibandingkan kerugian akibat kematian ternak.

3. Berikan pakan berkualitas dengan kandungan protein, energi, vitamin, dan mineral yang sesuai umur kalkun. Nutrisi yang baik membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga ayam lebih tahan terhadap infeksi.

4. Jaga kebersihan kandang setiap hari. Bersihkan tempat pakan dan minum, buang kotoran secara rutin, serta pastikan ventilasi udara berjalan baik agar kelembapan tidak terlalu tinggi.

5. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ayam yang menunjukkan gejala sakit sebaiknya segera dipisahkan dari kelompok agar penularan dapat dicegah sedini mungkin.

Pertanyaan Umum Seputar Penyakit Ayam Kalkun

1. Apakah penyakit ayam kalkun bisa menular ke ayam kampung?

Ya. Beberapa penyakit seperti Newcastle Disease dan cacar unggas dapat menular ke jenis unggas lain. Karena itu, sebaiknya kalkun yang sakit segera di karantina.

2. Bagaimana cara mengetahui ayam kalkun sakit?

Gejala awal biasanya berupa nafsu makan menurun, tubuh lesu, bulu kusam, diare, hidung berlendir, atau muncul benjolan pada kulit. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang sembuh.

3. Apakah vaksin wajib diberikan pada ayam kalkun?

Vaksin sangat dianjurkan, terutama untuk penyakit yang sering ditemukan seperti Newcastle Disease dan Fowl Pox. Jadwal vaksin sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi dokter hewan atau dinas peternakan setempat.

4. Apa penyebab ayam kalkun mudah terserang penyakit?

Penyebab utamanya adalah kandang yang lembap dan kotor, pakan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi, kepadatan kandang berlebih, stres, serta biosecurity yang kurang baik.

5. Kapan harus menghubungi dokter hewan?

Segera hubungi dokter hewan jika ayam mengalami kematian mendadak, gangguan pernapasan berat, kelumpuhan, diare berkepanjangan, atau gejala yang tidak membaik setelah dilakukan perawatan awal.

Tertarik Memelihara Ayam Kalkun yang Sehat dan Berkualitas?

Pencegahan penyakit selalu lebih mudah dibandingkan mengobatinya. Salah satu langkah terbaik adalah memulai dengan bibit ayam kalkun yang sehat, berasal dari indukan berkualitas, dan dipelihara dengan standar perawatan yang baik.

Kami menyediakan anakan hingga indukan Ayam Kalkun berkualitas, sehat, aktif, serta siap dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia menggunakan pengiriman hewan yang aman.

Hubungi kami melalui WhatsApp sekarang untuk mengetahui stok, harga terbaru, dan konsultasi gratis mengenai pemeliharaan Ayam Kalkun sesuai kebutuhan Anda.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

 

5/5 - (18 votes)

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!