Terbit: 19 November 2016 • Update: 18 Juli 2026
Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu unggas lokal yang banyak dipelihara karena memiliki pertumbuhan relatif cepat, daya tahan tubuh yang baik, serta mampu menghasilkan daging dengan cita rasa yang khas. Tidak heran jika entok menjadi pilihan banyak peternak, baik untuk konsumsi keluarga maupun usaha komersial.
Namun, keberhasilan dalam beternak entok tidak hanya bergantung pada kualitas bibit atau kondisi kandang. Pakan menjadi faktor utama yang menentukan kecepatan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak.
Kesalahan dalam memilih jenis pakan atau memberikan takaran yang tidak sesuai dengan usia entok dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, biaya pemeliharaan meningkat, bahkan memperbesar risiko penyakit.
Oleh karena itu, penting bagi setiap peternak memahami jenis pakan, kebutuhan nutrisi, hingga cara pemberian pakan sesuai fase pertumbuhan. Dengan manajemen pakan yang tepat, entok dapat tumbuh lebih optimal dan mencapai bobot panen sesuai target.

Pentingnya Manajemen Pakan pada Entok
Entok umumnya diberi pakan secara teratur dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Pola yang sering digunakan peternak adalah sekitar 40% pakan pada pagi hari dan 60% pada sore hari, agar kebutuhan energi harian terpenuhi dengan baik.
Jumlah pakan juga perlu disesuaikan dengan usia. Anakan entok biasanya mulai dari sekitar 30 gram per hari, lalu ditambah secara bertahap seiring pertumbuhan.
Pengaturan pakan yang konsisten akan membantu entok tumbuh lebih cepat dan stabil hingga masa panen, yang umumnya berada pada usia 70–75 hari dengan bobot sekitar 1,5–2,5 kg per ekor.
Jenis Pakan Entok Berdasarkan Usia
1. Pakan Anak Entok (Usia 1-14 Hari)
Dua minggu pertama merupakan fase paling penting dalam kehidupan entok. Pada usia ini, sistem pencernaan dan daya tahan tubuhnya masih berkembang sehingga membutuhkan pakan yang mudah dicerna dengan kandungan nutrisi yang lengkap.
Pakan yang paling direkomendasikan adalah pelet atau konsentrat starter khusus unggas. Pakan ini umumnya mengandung protein sekitar 20–22%, energi, vitamin, mineral, serta asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan awal.
Selain menggunakan pakan pabrikan, pastikan anak entok selalu memperoleh air minum bersih dan lingkungan kandang yang hangat agar tidak mudah mengalami stres.
Sebagai gambaran, kebutuhan pakan harian pada fase ini berkisar 30–50 gram per ekor, tergantung bobot badan dan kondisi pemeliharaan.

2. Pakan Entok (Usia 15–35 Hari)
Memasuki usia 15–35 hari, pertumbuhan entok berlangsung semakin cepat. Pada fase ini, kebutuhan energi meningkat sehingga pakan tidak hanya berfungsi mempertahankan kesehatan, tetapi juga mendukung pembentukan daging dan penambahan bobot badan.
Peternak dapat mulai memanfaatkan bahan pakan lokal seperti dedak halus, jagung giling, ampas tahu, singkong rebus, serta sayuran hijau. Agar kandungan gizinya tetap seimbang, bahan-bahan tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan konsentrat atau sumber protein lainnya.
Pada fase ini, kebutuhan protein dapat diturunkan menjadi sekitar 18–20%, sementara jumlah pakan yang diberikan meningkat menjadi sekitar 60–120 gram per ekor per hari, tergantung pertumbuhan dan sistem pemeliharaan.
Pemberian pakan secara konsisten, disertai kebersihan kandang dan ketersediaan air minum yang cukup, akan membantu entok tumbuh lebih cepat serta memiliki kondisi tubuh yang sehat menjelang fase pembesaran.

3. Pakan Entok (Usia 36–60 Hari)
Pada fase ini, entok memasuki masa pembesaran akhir sebelum panen. Fokus utama pemberian pakan adalah meningkatkan bobot badan secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan ternak.
Kebutuhan protein memang sedikit menurun dibanding fase starter, tetapi kebutuhan energi tetap tinggi agar pertumbuhan daging berlangsung maksimal. Pakan pada fase ini dapat berupa campuran jagung giling, dedak halus, bungkil kedelai, ikan runcah, atau konsentrat grower dengan kadar protein sekitar 16–18%.
Selain bahan pakan utama, peternak juga dapat memanfaatkan berbagai bahan pakan lokal seperti keong sawah, azolla, atau tanaman hijauan sebagai pakan tambahan. Namun, bahan-bahan tersebut sebaiknya tidak menggantikan seluruh pakan utama karena kandungan nutrisinya belum tentu memenuhi kebutuhan entok secara lengkap.
Pada usia 36–60 hari, konsumsi pakan umumnya berkisar 130–180 gram per ekor per hari, tergantung ukuran tubuh, kualitas pakan, dan sistem pemeliharaan.
Dengan manajemen pakan yang baik, entok pedaging umumnya dapat dipanen pada usia sekitar 70–75 hari dengan bobot berkisar 1,5–2,5 kg per ekor. Bobot tersebut dapat berbeda tergantung genetik, kualitas bibit, dan manajemen pemeliharaan.

Tabel Kebutuhan Pakan Entok Berdasarkan Usia
| Usia Entok | Jenis Pakan | Perkiraan Protein | Konsumsi Pakan/Hari* |
|---|---|---|---|
| 1–14 hari | Pelet/Konsentrat Starter | 20–22% | 30–50 gram |
| 15–35 hari | Starter + Campuran Bahan Lokal | 18–20% | 60–120 gram |
| 36–60 hari | Grower/Finisher + Pakan Alternatif | 16–18% | 130–180 gram |
Pentingnya Pemberian Vitamin untuk Entok
Selain pakan utama, pemberian vitamin dan mineral juga berperan penting dalam menjaga kesehatan entok. Suplemen biasanya diberikan pada masa pertumbuhan, setelah vaksinasi, saat cuaca ekstrem, atau ketika entok mengalami stres akibat perpindahan kandang.
Beberapa vitamin yang paling dibutuhkan antara lain:
- Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata, kulit, dan daya tahan tubuh.
- Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium sehingga tulang menjadi lebih kuat.
- Vitamin E membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mendukung fungsi reproduksi.
- Vitamin B Kompleks berperan dalam metabolisme energi dan pertumbuhan.
Selain vitamin, pastikan entok memperoleh mineral seperti kalsium dan fosfor dalam jumlah yang cukup agar pertumbuhan tulang berlangsung optimal.
Namun, pemberian vitamin sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan. Suplemen hanya berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti pakan utama yang bergizi.
Gedebog Pisang Sebagai Pakan Alternatif Entok
Banyak peternak memanfaatkan bahan pakan lokal untuk menekan biaya produksi, salah satunya adalah gedebog pisang. Bahan ini cukup mudah ditemukan di daerah pedesaan dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif.
Namun, perlu dipahami bahwa gedebog pisang bukan pakan utama. Kandungan proteinnya relatif rendah sehingga penggunaannya hanya sebagai pakan tambahan atau sumber serat.
Agar lebih mudah dicerna, gedebog pisang sebaiknya difermentasi terlebih dahulu. Proses fermentasi membantu meningkatkan kecernaan bahan pakan sekaligus mengurangi kandungan serat kasar yang sulit dicerna oleh unggas.
Setelah difermentasi, gedebog pisang dapat dicampurkan dengan dedak, jagung giling, bungkil kedelai, atau konsentrat sehingga kandungan nutrisinya menjadi lebih seimbang.
Penggunaan bahan pakan lokal seperti ini cukup efektif untuk mengurangi biaya pakan, tetapi tetap harus disertai perhitungan nutrisi agar pertumbuhan entok tidak terganggu.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memberi Pakan Entok
Agar pertumbuhan entok tetap optimal, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Memberikan jenis pakan yang sama sejak anakan hingga dewasa tanpa menyesuaikan kebutuhan nutrisi.
- Memberikan pakan terlalu banyak sehingga banyak yang terbuang dan mudah berjamur.
- Mengganti jenis pakan secara mendadak yang dapat mengganggu sistem pencernaan entok.
- Mengabaikan kebersihan tempat pakan dan tempat minum sehingga meningkatkan risiko penyakit.
- Tidak menyediakan air minum bersih secara terus-menerus, padahal entok membutuhkan banyak air untuk membantu proses pencernaan dan metabolisme.
Pertanyaan Umum Seputar Pakan Entok
1. Apa pakan terbaik untuk anakan entok?
Anakan entok usia 1–14 hari sebaiknya diberi pelet atau konsentrat starter dengan kandungan protein tinggi agar pertumbuhan tulang, otot, dan daya tahan tubuh berkembang secara optimal.
2. Berapa kali entok sebaiknya diberi pakan setiap hari?
Pada umumnya, entok diberi pakan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore. Pastikan air minum bersih selalu tersedia setiap saat.
3. Apa makanan entok agar cepat besar?
Agar cepat besar, berikan pakan yang mengandung protein, energi, vitamin, dan mineral yang seimbang. Kombinasi konsentrat dengan jagung giling, dedak, atau bahan pakan lokal berkualitas dapat membantu mempercepat pertumbuhan.
4. Apakah gedebog pisang aman dijadikan pakan entok?
Ya, tetapi hanya sebagai pakan tambahan. Gedebog pisang sebaiknya difermentasi terlebih dahulu dan dicampurkan dengan bahan pakan lain agar kandungan nutrisinya lebih seimbang.
5. Apakah entok perlu diberi vitamin?
Perlu, terutama pada masa pertumbuhan, setelah vaksinasi, atau ketika kondisi tubuh menurun. Namun, vitamin hanya berfungsi sebagai pelengkap dan tidak dapat menggantikan pakan utama yang bergizi.
Tertarik Memelihara Entok Berkualitas?
Keberhasilan beternak entok tidak hanya ditentukan oleh pakan, tetapi juga dimulai dari bibit yang sehat dan berkualitas. Bibit unggul umumnya memiliki pertumbuhan lebih cepat, daya tahan tubuh yang baik, serta mampu menghasilkan performa yang optimal apabila dipelihara dengan benar.
Di Jualayamhias, tersedia berbagai jenis entok dan unggas lainnya dengan kondisi sehat, aktif, dan siap dipelihara, baik untuk kebutuhan hobi maupun usaha peternakan.
Hubungi kami melalui WhatsApp sekarang untuk mengetahui stok, harga terbaru, serta berkonsultasi mengenai jenis entok yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!
Berapa harga DOE entok nya pak,minimal order berapa pak? Terima kasih
*Harga Bibit Entok*
Harga per ekor = 14,000
Minimal order 2 box
*1 Box isi 80 ekor
*Untuk luar Pulau Jawa tambah ongkos kirim 250rb/Box
Silahkan, berikut untuk cara Order nya:
1. Tentukan jumlah Bibit Entok yang ingin dipesan.
2. Pelanggan mendapat total harga.
3. Transfer ke rekening kami.
4. Pesanan akan kami masukan ke daftar tetas. Dan pelanggan akan mendapatkan estimasi tanggal kirim sekitar 3 hari setelah transfer.
5. Pengiriman sekitar 7 sampai 20 hari dari masuk order.(Tergantung antrian jadwal tetas)
*Cara Kirim Mentok Mengunakan Kereta:*
1. Sebelum mengirim kami akan info waktu kirim dan estimasi paket sampai di stasiun tujuan.
2. Setah paket di terima kargo, kami akan menginformasikan kepada pelanggan mengenai Nomer Resi Cargo.
4. Kebanyakan paket akan sampai di stasiun tujuan pagi harinya dan pelanggan bisa mengambil di stasiun mulai jam 8 pagi saat kantor cargo hewan mulai buka dengan menunjukkan nomor resi yang kami kirimkan.
*Tahapan Pengiriman Via Pesawat Kargo Hewan*
1. Kami akan memberikan data Bibit Entok dan data pembeli kepada Jasa Kargo Hewan.
2. Jasa Kargo Hewan akan membantu pengurusan surat-surat yang di perlukan dan untuk daerah tertentu di perlu pelanggan mengurus Surat ijin masuk di Kabupaten penerima.
3. Menunggu proses dokumen di kerjakan, akan berbeda untuk masing-masing airport tujuan.
4. Setelah semua kelengkapan surat siap, kami akan menginformasikan kepada pembeli untuk jadwal pemberangkatan.
5. Setelah paket terbang kami akan menginformasikan nomer SMU (Surat Muatan Udara) serta waktu kedatangan pesawat.
6. Waktu tempuh sekitar ±12jam(saat kami kirim pagi, sore atau malam sudah sampai di bandara tujuan)