Terbit: 1 Feb 2017 • Update: 13 Agustus 2026
Merawat anak angsa yang baru menetas membutuhkan perhatian lebih, terutama pada suhu, pakan, air minum, dan kondisi kandang. Pada fase awal, anak angsa belum mampu mengatur suhu tubuh dengan baik sehingga membutuhkan lingkungan yang hangat, kering, dan bebas dari angin langsung.
Selain itu, kebutuhan anak angsa akan berubah seiring pertumbuhannya. Kandang yang awalnya cukup untuk beberapa ekor bisa menjadi terlalu sempit setelah beberapa minggu.
Berikut cara merawat anak angsa dari baru menetas hingga siap dipindahkan ke kandang yang lebih luas.

1. Siapkan Kandang Anak Angsa Sebelum Menetas
Kandang awal anak angsa atau brooder sebaiknya sudah disiapkan sebelum anak angsa masuk. Bersihkan kandang dan peralatan, kemudian pastikan alasnya kering serta sumber panas dapat bekerja dengan aman.
Untuk jumlah sedikit, Anda dapat menggunakan kotak atau kandang pembesaran sederhana. Jika jumlah anak angsa lebih banyak, gunakan area yang lebih luas dengan pembatas agar mereka tetap dekat dengan sumber panas, pakan, dan air.
Pembatas berbentuk melingkar juga membantu mencegah anak angsa berkumpul di sudut kandang dan bertumpuk satu sama lain. Prinsip penggunaan brooder guard seperti ini juga digunakan dalam pemeliharaan unggas muda.
2. Atur Suhu Anak Angsa dengan Termometer
Anak angsa yang baru menetas belum dapat mengatur suhu tubuhnya dengan baik, sehingga membutuhkan sumber panas tambahan selama masa brooding.
Sebagai patokan awal brooding unggas muda, suhu di bawah sumber panas dapat berada sekitar 32–35°C pada minggu pertama, kemudian diturunkan secara bertahap seiring pertumbuhan bulu. Angka ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal, bukan patokan tunggal untuk semua kondisi.
Yang paling penting adalah mengukur suhu di level anak angsa dan mengamati perilakunya.
Jika anak angsa bergerombol tepat di bawah pemanas, kemungkinan mereka kedinginan. Sebaliknya, jika mereka menjauh dari sumber panas dan menyebar ke sisi kandang, suhu kemungkinan terlalu tinggi. Anak angsa yang nyaman biasanya tersebar cukup merata di area brooder.
Karena itu, jangan menggunakan patokan seperti lampu 40 watt harus berada sekian sentimeter dari lantai. Kebutuhan panas berbeda-beda tergantung jenis pemanas, ukuran kandang, jumlah anak angsa, dan suhu lingkungan.
3. Gunakan Alas Kandang yang Kering dan Tidak Licin
Lantai brooder sebaiknya diberi alas yang dapat menyerap kelembapan, seperti serutan kayu atau jerami yang bersih dan kering.
Hindari lantai yang licin karena dapat mengganggu pijakan anak angsa. Area di sekitar tempat minum juga perlu diperiksa lebih sering karena mudah basah.
Jika alas sudah lembap atau terkena banyak kotoran, segera ganti atau tambahkan alas baru. Kondisi kandang yang kering akan membuat anak angsa lebih nyaman dan membantu mengurangi masalah kebersihan.
4. Berikan Pakan Starter yang Sesuai untuk Anak Angsa
Pakan merupakan salah satu bagian terpenting dalam perawatan anak angsa. Jangan hanya memilih pakan berdasarkan tulisan “protein tinggi”, tetapi gunakan pakan starter yang sesuai untuk kebutuhan pertumbuhan angsa.
Menurut tabel kebutuhan nutrisi angsa dari Merck Veterinary Manual, kebutuhan protein pada fase 0–4 minggu sekitar 20%, sedangkan setelah 4 minggu turun menjadi sekitar 15%. Kebutuhan niasin pada fase starter juga tercatat sekitar 65 mg/kg pakan.
Niasin perlu diperhatikan karena kekurangan nutrisi ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kaki pada unggas muda.
Jika tersedia, gunakan pakan starter khusus unggas air/gosling. Jangan memberikan pakan layer kepada anak angsa karena kandungan nutrisinya ditujukan untuk unggas dewasa dan tidak sesuai untuk fase pertumbuhan.

5. Sediakan Air Minum Bersih Setiap Saat
Anak angsa harus selalu memiliki akses ke air minum yang bersih dan mudah dijangkau.
Gunakan wadah yang cukup dangkal sehingga anak angsa dapat minum tanpa mudah masuk atau tercebur ke dalamnya. Tempat minum juga sebaiknya tidak diletakkan tepat di bawah sumber panas.
Air yang tumpah dapat membuat litter cepat basah. Karena itu, periksa area sekitar tempat minum setiap hari dan ganti alas yang sudah lembap.
Air minum dan air untuk mandi sebaiknya dibedakan. Tempat minum perlu tersedia setiap saat, sedangkan fasilitas mandi harus dibuat dengan mempertimbangkan usia dan kemampuan anak angsa menjaga suhu tubuh.
6. Apakah Anak Angsa Boleh Berenang?
Anak angsa memang membutuhkan air untuk melakukan perilaku alaminya, tetapi anak angsa yang masih sangat muda tidak boleh langsung dibiarkan berenang tanpa pengawasan.
Bulu halus anak angsa dapat menjadi sangat basah sehingga tubuhnya kehilangan panas. Karena itu, pada fase awal lebih penting memastikan mereka memiliki air minum yang aman dan mudah dijangkau.
Ketika menyediakan fasilitas air, buat area tersebut mudah dikeringkan dan tidak menyebabkan seluruh kandang menjadi becek. EFSA juga merekomendasikan fasilitas air untuk angsa yang memungkinkan setidaknya mencelupkan kepala, sementara air mandi sebaiknya berada di area dengan drainase baik.

7. Berikan Ruang yang Cukup Saat Anak Angsa Tumbuh
Anak angsa tumbuh cukup cepat. Karena itu, jangan mempertahankan ukuran brooder yang sama terlalu lama.
Ketika anak angsa mulai terlihat berdesakan, sulit bergerak, atau tempat pakan dan minum terlalu ramai, sudah waktunya memperluas area.
Sebagai gambaran umum pemeliharaan unggas muda, kebutuhan ruang meningkat seiring umur. Prinsipnya, semakin besar tubuh anak angsa, semakin besar pula ruang yang dibutuhkan.
Tidak perlu langsung memindahkan anak angsa ke area yang sangat luas. Perluasan kandang dapat dilakukan secara bertahap sambil tetap menyediakan tempat berteduh yang aman.
8. Kapan Anak Angsa Bisa Dipindahkan ke Kandang Lebih Luas?
Tidak ada satu umur yang cocok untuk semua kondisi. Perhatikan pertumbuhan bulu, kondisi cuaca, suhu lingkungan, dan kemampuan anak angsa menjaga tubuh tetap hangat.
Ketika anak angsa sudah lebih berbulu, aktif bergerak, dan kondisi lingkungan cukup hangat, area pemeliharaan dapat diperluas secara bertahap.
Jika malam hari masih dingin, tetap sediakan tempat berteduh dan sumber panas sesuai kebutuhan. Jangan hanya berpatokan pada umur karena kondisi lingkungan setiap peternakan berbeda.
9. Cara Mencegah Anak Angsa Saling Mematuk
Anak angsa yang saling mematuk perlu segera diperiksa kondisi pemeliharaannya.
Kepadatan yang terlalu tinggi, persaingan mendapatkan pakan dan air, suhu yang tidak nyaman, atau lingkungan yang membuat anak angsa stres dapat memperburuk perilaku agresif.
Pastikan tempat makan dan minum mudah dijangkau seluruh anak angsa. Jika ada anak angsa yang sudah terluka, pisahkan sementara agar lukanya tidak semakin parah.
Kandang berbentuk melingkar pada fase awal juga dapat membantu mencegah anak angsa menumpuk di sudut ketika terkejut. Prinsip pembatas seperti ini digunakan dalam brooding unggas muda untuk mengurangi risiko penumpukan.
10. Jaga Kandang Tetap Bersih dan Kering
Kebersihan kandang perlu diperiksa setiap hari, terutama bagian sekitar tempat minum.
Buang kotoran yang menumpuk, ganti litter yang basah, dan bersihkan tempat makan serta minum secara rutin. Sebelum digunakan kembali, kandang dan peralatan sebaiknya dibersihkan dan dikeringkan dengan baik.
Jangan sampai mengejar kandang yang “terlalu steril” tetapi membuat anak angsa sering terganggu. Yang paling penting adalah menjaga lingkungan bersih, kering, tidak pengap, dan nyaman.
11. Perhatikan Perubahan Perilaku Anak Angsa
Selain melihat apakah anak angsa mau makan, perhatikan juga aktivitasnya.
Anak angsa yang nyaman biasanya aktif, bergerak, makan dan minum dengan normal, serta tidak terus-menerus bergerombol di bawah pemanas.
Jika terlihat lemas, terus menyendiri, sulit berdiri, tidak mau makan atau minum, atau menunjukkan perubahan perilaku yang jelas, jangan hanya mengubah pakan atau suhu secara sembarangan. Pisahkan jika diperlukan dan konsultasikan dengan dokter hewan untuk mencari penyebabnya.
Panduan Perawatan Anak Angsa Berdasarkan Usia
| Umur | Fokus Utama |
|---|---|
| 0–1 minggu | Suhu stabil, pakan starter, air bersih, dan kandang kering |
| 2–4 minggu | Perluasan ruang secara bertahap dan penyesuaian sumber panas |
| >4 minggu | Mulai beralih ke kebutuhan pakan fase pertumbuhan dan ruang yang lebih luas |
| Remaja–dewasa | Ruang gerak, pakan sesuai fase, air, kebersihan, dan perlindungan dari predator |
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merawat Anak Angsa
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menganggap semakin panas semakin baik. Padahal panas berlebihan juga dapat menyebabkan masalah.
Kesalahan lainnya adalah membiarkan tempat minum membuat seluruh litter basah, memberikan pakan yang tidak sesuai fase pertumbuhan, serta mempertahankan kandang terlalu sempit ketika anak angsa sudah bertambah besar.
Jadi, jangan hanya fokus pada pakan. Suhu, ruang, air, dan kondisi litter harus diperhatikan bersama.
Pertanyaan Umum Seputar Cara Merawat Anak Angsa
1. Anak angsa usia 1 minggu diberi makan apa?
Berikan pakan starter yang sesuai untuk gosling atau unggas air. Untuk fase 0–4 minggu, kebutuhan protein angsa sekitar 20%, dengan kebutuhan niasin sekitar 65 mg/kg pakan berdasarkan tabel kebutuhan nutrisi Merck Veterinary Manual.
2. Berapa suhu yang cocok untuk anak angsa?
Sebagai titik awal brooding unggas muda, suhu di area bawah sumber panas dapat berada sekitar 32–35°C pada minggu pertama, kemudian diturunkan secara bertahap. Gunakan termometer dan perhatikan perilaku anak angsa untuk menentukan apakah panas sudah nyaman.
3. Berapa lama anak angsa membutuhkan lampu pemanas?
Tidak ada durasi yang sama untuk semua anak angsa. Kebutuhan pemanas berkurang ketika anak angsa semakin berbulu dan mampu menjaga suhu tubuhnya. Suhu lingkungan juga perlu dipertimbangkan. Karena itu, sumber panas sebaiknya dikurangi secara bertahap sambil memantau kondisi anak angsa.
4. Apakah anak angsa boleh berenang?
Anak angsa yang masih sangat muda sebaiknya tidak dibiarkan berenang tanpa pengawasan karena bulu halusnya dapat menjadi basah dan membuat tubuh kehilangan panas. Sediakan air minum yang aman terlebih dahulu, kemudian fasilitas mandi dapat diperkenalkan sesuai perkembangan anak angsa dan kondisi lingkungannya.
5. Kapan anak angsa bisa dipindahkan ke kandang yang lebih luas?
Ketika anak angsa mulai membutuhkan ruang lebih besar, bulunya berkembang, dan kondisi lingkungan cukup hangat. Perpindahan sebaiknya dilakukan bertahap dengan tetap menyediakan tempat berteduh yang aman.
Tertarik Memelihara Anak Angsa Berkualitas?
Sebelum membeli atau membawa anak angsa pulang, pastikan brooder sudah siap, sumber panas dapat digunakan dengan aman, pakan starter tersedia, dan tempat minum sudah disiapkan.
Jika Anda sedang mencari anak angsa untuk dipelihara, Anda dapat menghubungi JualAyamHias untuk menanyakan stok dan pilihan angsa yang tersedia.
Ingin cek stok anak angsa? Hubungi nomor WhatsApp kami di bawah dan tanyakan ketersediaan angsa hari ini.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!