Terbit: 19 September 2020 • Update: 8 Agustus 2026
Merpati melati dikenal sebagai salah satu merpati hias yang menarik karena dominasi bulunya yang putih bersih dan penampilannya yang khas. Bagi penghobi burung hias, merpati ini dapat menjadi pilihan untuk dipelihara maupun dikembangkan.
Meski perawatannya relatif sederhana, cara memelihara merpati melati tetap perlu dilakukan dengan tepat. Kandang yang kurang nyaman, pakan yang tidak seimbang, air minum yang kotor, hingga masuknya burung baru tanpa karantina dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kabar baiknya, pemula tidak perlu melakukan perawatan yang rumit. Dengan memperhatikan beberapa kebutuhan dasar berikut, merpati melati dapat dipelihara dengan lebih nyaman dan sehat.

Mengenal Merpati Melati
Merpati melati merupakan sebutan yang digunakan di kalangan penghobi merpati hias untuk merpati dengan karakteristik bulu putih dan penampilan khas tertentu. Pada beberapa varian, terdapat jambul atau bulu tertentu pada bagian kepala dan kaki.
Karena karakteristik fisiknya dapat berbeda antarvarian, sebaiknya jangan menjadikan satu ciri saja sebagai patokan mutlak ketika memilih merpati melati. Kondisi kesehatan dan kualitas burung juga perlu menjadi pertimbangan.
Bagi pemula, merpati yang sehat biasanya terlihat aktif, responsif terhadap lingkungan, memiliki mata dan lubang hidung yang bersih, serta bulu yang relatif rapi. Pemantauan kondisi burung secara rutin juga penting karena burung dapat menyamarkan tanda-tanda penyakit sampai kondisinya cukup parah.
Cara Memelihara Merpati Melati
1. Siapkan Kandang yang Nyaman dan Aman
Kandang menjadi bagian pertama yang perlu dipersiapkan sebelum memelihara merpati melati. Kandang harus memberikan ruang yang cukup agar burung dapat bergerak, mengepakkan sayap, beristirahat, dan bertengger tanpa terlalu banyak bersentuhan dengan dinding kandang.
Untuk pemeliharaan beberapa ekor, kandang dapat dibuat menggunakan kawat ram atau bahan lain yang kokoh dan mudah dibersihkan. Pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik, tetapi tetap terlindung dari hujan, panas berlebihan, angin kencang, dan gangguan predator.
Ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan jumlah dan ukuran burung. Kandang yang terlalu sempit dapat membuat burung lebih mudah mengalami stres dan membatasi pergerakannya. Prinsip umum dalam pemeliharaan burung adalah menyediakan ruang yang cukup untuk bergerak dan melakukan perilaku normal.
Kebersihan juga tidak kalah penting. Kotoran yang menumpuk sebaiknya dibersihkan secara rutin agar kandang tidak menjadi sumber kontaminasi.

2. Berikan Pakan yang Bernutrisi
Pakan merpati melati tidak sebaiknya hanya mengandalkan satu jenis biji-bijian. Merpati pada dasarnya termasuk kelompok burung yang banyak mengonsumsi biji-bijian, tetapi kebutuhan nutrisinya tetap harus diperhatikan.
Menurut Merck Veterinary Manual, merpati pemakan biji dapat diberikan pakan komersial yang diformulasikan untuk merpati. Pakan seperti ini dapat membantu memberikan nutrisi yang lebih seimbang dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis biji.
Biji-bijian seperti jagung dan bahan pakan lain dapat digunakan sebagai bagian dari ransum, tetapi pemberiannya sebaiknya tidak sampai membuat burung hanya memilih bahan yang paling disukainya. Pola pemberian pakan yang memungkinkan burung memilih-milih dapat menyebabkan asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.
Untuk merpati yang dipelihara sebagai indukan atau sedang berkembang biak, kebutuhan nutrisinya juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan tahap produksinya.

3. Jaga Kebersihan Kandang dan Peralatan
Kandang yang bersih membantu mengurangi paparan kotoran dan kontaminan yang dapat menjadi sumber penyakit.
Bersihkan kotoran yang menumpuk, sisa pakan, serta bagian kandang yang basah secara rutin. Tempat makan dan minum juga perlu dicuci agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Selain kebersihan, hindari membuat kandang terlalu padat. Kepadatan yang berlebihan dapat menyulitkan pengelolaan kebersihan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Perawatan seperti ini termasuk bagian dari biosecurity, yaitu serangkaian tindakan untuk mencegah penyakit masuk dan menyebar di lingkungan pemeliharaan.
4. Karantina Merpati Baru Sebelum Dicampur
Jika Anda membeli atau mendapatkan merpati baru, jangan langsung mencampurkannya dengan burung yang sudah ada di kandang. Burung baru dapat terlihat sehat tetapi tetap membawa agen penyakit.
University of Minnesota Extension merekomendasikan agar burung baru atau burung yang kembali dari tempat lain dikarantina selama 14 hari sebelum digabungkan dengan kelompok yang sudah ada. Peralatan juga sebaiknya tidak digunakan bersama tanpa dibersihkan dan didesinfeksi terlebih dahulu.
Selama masa karantina, perhatikan nafsu makan, kotoran, aktivitas, kondisi bulu, mata, dan pernapasan burung.
5. Pantau Kondisi Merpati Setiap Hari
Pemilik sebaiknya membiasakan diri mengamati perilaku merpati setiap hari. Perubahan kecil seperti burung menjadi lebih diam, tidak mau makan, bulu terus mengembang, berat badan menurun, atau kotoran berubah dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan.
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai pada merpati adalah trikomoniasis atau pigeon canker. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Trichomonas dan dapat menyebabkan burung menjadi lesu, berhenti makan, serta mengalami penurunan berat badan.
Jika merpati menunjukkan gejala yang tidak biasa, terutama jika beberapa ekor mengalami kondisi serupa, sebaiknya jangan langsung memberikan obat secara sembarangan. Pisahkan burung yang sakit dan konsultasikan kondisinya kepada dokter hewan.
6. Hindari Kesalahan Umum Pemula
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika mulai memelihara merpati melati. Beberapa diantaranya adalah:
- Jangan memberikan pakan secara berlebihan hanya karena burung terlihat menyukainya.
- Jangan membiarkan air minum kotor atau kosong.
- Jangan menempatkan terlalu banyak burung dalam kandang yang sempit.
Kesalahan lain yang cukup berisiko adalah mencampurkan burung baru dengan koloni lama tanpa karantina. Langkah sederhana seperti karantina dan pembersihan peralatan justru dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan koloni.
Pertanyaan Umum Seputar Merpati Melati
1. Apakah merpati melati cocok dipelihara oleh pemula?
Ya. Merpati melati dapat menjadi pilihan bagi pemula selama kebutuhan dasarnya terpenuhi, seperti kandang yang nyaman, pakan sesuai, air bersih, dan kebersihan lingkungan yang terjaga.
2. Bagaimana cara memilih merpati melati yang bagus?
Pilih merpati yang terlihat aktif, memiliki mata jernih, bulu rapi, nafsu makan baik, dan tidak menunjukkan tanda gangguan kesehatan. Sebaiknya calon pembeli juga menanyakan usia, riwayat perawatan, serta kondisi burung kepada penjual.
3. Apakah merpati melati bisa dipelihara di rumah?
Bisa. Merpati melati dapat dipelihara di rumah selama tersedia kandang yang aman, memiliki ventilasi baik, terlindung dari hujan dan predator, serta rutin dibersihkan.
4. Berapa lama merpati melati dapat hidup?
Lama hidup merpati sangat dipengaruhi oleh genetik, nutrisi, lingkungan, dan perawatan. Karena itu, tidak tepat menetapkan satu angka pasti untuk semua merpati melati. Perawatan dan pemantauan kesehatan secara rutin menjadi faktor penting agar burung dapat hidup sehat dalam jangka panjang.
5. Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli merpati melati?
Selain penampilan, perhatikan kesehatan burung, kondisi bulu, aktivitas, mata, kaki, dan nafsu makannya. Pastikan juga Anda mengetahui jenis atau varian merpati yang dibeli karena istilah “merpati melati” dapat digunakan untuk kelompok/varian lokal tertentu.
Tertarik Memelihara Merpati Melati?
Kalau Anda sedang mencari Merpati Melati/Jabun untuk dipelihara atau menambah koleksi, kami siap membantu memberikan informasi mengenai stok yang tersedia.
Anda bisa menanyakan usia, kondisi, harga, dan pilihan merpati yang sesuai dengan kebutuhan Anda terlebih dahulu melalui WhatsApp.
Kami juga menyediakan pilihan merpati hias lainnya untuk penghobi yang ingin mulai memelihara atau mengembangkan koleksi.
Klik WhatsApp Sekarang untuk Cek Stok & Harga Merpati Melati
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3


WA kami sekarang..!