Terbit: 22 Desember 2016 • Update: 12 Agustus 2026
Kandang angsa tidak harus mahal atau rumit. Yang terpenting, kandang memiliki ruang yang cukup untuk bergerak, area berteduh, ventilasi yang baik, aman dari predator, serta mudah dibersihkan.
Sebagai unggas air, angsa juga membutuhkan akses terhadap air yang cukup untuk minum dan melakukan perilaku alaminya. Karena itu, membuat kandang angsa bukan hanya soal menyediakan tempat untuk tidur, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tidak mudah menjadi becek.
Jika Anda sedang berencana memelihara angsa, artikel ini membahas cara membuat kandang angsa yang baik, mulai dari menentukan ukuran, memilih lokasi, menyiapkan area istirahat, menyediakan tempat makan dan minum, membuat sarang, hingga menjaga kebersihannya.

Berapa Ukuran Kandang Angsa yang Ideal?
Ukuran kandang perlu disesuaikan dengan jumlah dan ukuran angsa. Jangan sampai angsa terlalu berdesakan sehingga sulit bergerak, makan, minum, atau beristirahat.
Sebagai gambaran, EFSA menggunakan angka minimal 7.776 cm² atau sekitar 0,78 m² ruang darat per ekor untuk angsa domestik dalam kondisi tertentu, yaitu ketika tersedia fasilitas air yang memungkinkan angsa setidaknya mencelupkan kepala. Jika ingin memberikan ruang air untuk mandi, diperlukan tambahan area air.
Artinya, untuk 5 ekor angsa, kebutuhan ruang darat berdasarkan angka tersebut sekitar 3,9 m². Namun, angka ini sebaiknya tidak dianggap sebagai ukuran mutlak untuk semua peternakan karena kebutuhan ruang juga dipengaruhi umur, ukuran tubuh, dan sistem pemeliharaan.
Jika tersedia area umbaran di luar kandang, angsa akan memiliki ruang tambahan untuk bergerak sehingga kandang tidak perlu menjadi satu-satunya tempat aktivitas.
Seperti Apa Desain Kandang Angsa yang Baik?
Desain paling praktis adalah membagi area menjadi tempat berteduh dan area bergerak.
Bagian berteduh digunakan untuk beristirahat dan melindungi angsa dari hujan maupun panas. Sementara itu, area terbuka dapat digunakan untuk berjalan, mencari makan, dan beraktivitas.
Jika menyediakan kolam atau tempat mandi, sebaiknya area tersebut dibuat terpisah dari tempat tidur. Dengan begitu, air tidak membuat seluruh kandang menjadi becek.
Kandang juga harus cukup tinggi agar angsa dapat berdiri dan bergerak dengan normal. Hindari bagian kandang yang memiliki ujung tajam atau celah yang dapat melukai angsa.
1. Pilih Lokasi Kandang yang Tidak Mudah Becek
Pilih lokasi yang kering, memiliki drainase baik, dan mudah diawasi.
Hindari membuat kandang di bagian tanah yang rendah atau mudah tergenang. Air yang terus menggenang akan membuat lantai lembap dan mempercepat kotornya kandang.
Lokasi juga sebaiknya tidak terlalu dekat dengan sumber gangguan dan mudah diamankan dari predator.
Baca juga : 10 Point Penting Cara Mudah Beternak Angsa Putih

2. Pastikan Kandang Aman dari Predator
Gunakan pagar atau kawat yang cukup kuat untuk membatasi area kandang.
Periksa juga bagian bawah pagar karena predator seperti ular, tikus, dan musang dapat masuk melalui celah yang kecil. Untuk angsa yang dikandangkan pada malam hari, pastikan tempat berteduh dapat ditutup dengan aman.
Jika angsa diumbar pada siang hari, area umbaran tetap perlu diberi pembatas agar lebih mudah diawasi.
3. Sediakan Tempat Makan dan Minum
Tempat pakan angsa harus cukup untuk jumlah angsa yang dipelihara agar tidak terjadi persaingan berlebihan ketika makan.
Untuk tempat minum, gunakan wadah yang cukup kuat dan tidak mudah terbalik. Letakkan di area yang memiliki drainase baik karena air biasanya mudah tumpah ketika angsa minum.
Angsa juga membutuhkan air yang memungkinkan mereka mencelupkan kepala dan membasahi tubuhnya. Jika tidak memiliki kolam, fasilitas air yang lebih sederhana tetap dapat digunakan selama cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

4. Buat Sarang untuk Angsa yang Akan Bertelur
Jika angsa dipelihara sebagai indukan, sediakan tempat khusus untuk bertelur.
Sarang dapat dibuat di lantai menggunakan jerami atau serutan kayu sebagai alas. Hindari membuat sarang terlalu sempit karena angsa membutuhkan ruang untuk masuk dan melakukan perilaku bertelur dengan nyaman.
Untuk angsa, sarang di lantai lebih sesuai dibandingkan sarang yang terlalu tinggi. Material seperti jerami juga membantu memberikan permukaan yang nyaman untuk bersarang.
Baca juga : 11 Pakan Angsa agar Cepat Besar dan Segera Bertelur
5. Pastikan Ventilasi dan Pencahayaan Cukup
Kandang harus memiliki ventilasi agar udara tidak pengap dan kelembapan tidak terlalu tinggi.
Gunakan bukaan pada bagian dinding atau sisi kandang untuk membantu sirkulasi udara. Namun, jangan membuat angsa terus-menerus terkena angin kencang.
Untuk pencahayaan, manfaatkan cahaya matahari pada siang hari. Kandang sebaiknya tidak gelap sehingga angsa kesulitan melihat lingkungan di sekitarnya.
6. Gunakan Lantai dan Alas yang Mudah Dibersihkan
Lantai kandang sebaiknya tidak membuat angsa terus-menerus berada di tempat yang basah.
Anda bisa menggunakan lantai yang mudah dibersihkan kemudian menambahkan jerami atau serutan kayu sebagai litter. Jika litter sudah basah atau terlalu banyak kotoran, segera ganti dengan yang baru.
Yang perlu diingat, angsa membutuhkan air, tetapi bukan berarti seluruh kandangnya harus basah. Area istirahat sebaiknya tetap kering dan nyaman.
Apakah Angsa Harus Diberi Kolam?
Kolam permanen tidak selalu diperlukan, tetapi angsa tetap membutuhkan akses air yang memadai.
Jika memungkinkan, sediakan tempat mandi atau kolam dangkal yang mudah dibersihkan. Area di sekitarnya sebaiknya memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang.
Jika belum memungkinkan membuat kolam, sediakan wadah air yang memungkinkan angsa mencelupkan kepala dan membasahi tubuhnya. Air minum tetap sebaiknya tersedia secara terpisah.
Untuk anak angsa yang masih sangat muda, hindari membiarkannya terlalu lama berada di air karena kondisi bulunya belum sebaik angsa dewasa dalam menghadapi kondisi basah.

Bagaimana Agar Kandang Angsa Tidak Mudah Becek?
Kuncinya ada pada penempatan tempat air dan drainase.
Jangan meletakkan tempat minum tepat di area tidur. Jika menggunakan kolam atau wadah mandi, buat area di sekitarnya memiliki saluran pembuangan air.
Litter yang sudah basah juga perlu segera diganti. Dengan cara ini, angsa tetap mendapatkan akses air tanpa membuat seluruh kandang menjadi lembap.
Bagaimana Cara Membersihkan Kandang Angsa?
Kandang sebaiknya diperiksa setiap hari.
Buang kotoran yang menumpuk, bersihkan tempat makan dan minum, serta segera ganti litter yang sudah basah atau terlalu kotor.
Tempat air juga perlu dibersihkan secara rutin karena mudah tercampur kotoran dan sisa pakan. Kandang serta peralatannya perlu dijaga tetap bersih agar lingkungan pemeliharaan tetap sehat.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Kandang Angsa
Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat kandang cepat kotor dan kurang nyaman, misalnya:
- kandang terlalu sempit untuk jumlah angsa
- tidak menyediakan area berteduh
- tempat minum membuat lantai terus basah
- tidak ada drainase
- pagar memiliki celah yang mudah dimasuki predator
- litter dibiarkan basah terlalu lama.
Karena itu, sebelum memasukkan angsa, pastikan kandang sudah aman, kering, dan memiliki fasilitas dasar yang cukup.
Pertanyaan Umum Seputar Kandang Angsa
1. Berapa ukuran kandang untuk 5 ekor angsa?
Sebagai acuan ilmiah, EFSA menggunakan kebutuhan sekitar 0,78 m² ruang darat per ekor angsa dalam kondisi tertentu. Jadi 5 ekor membutuhkan sekitar 3,9 m² ruang darat. Namun, kebutuhan sebenarnya tetap perlu disesuaikan dengan ukuran angsa dan sistem pemeliharaannya.
2. Apakah angsa harus punya kolam?
Tidak harus kolam permanen. Yang penting, angsa mendapatkan akses air yang cukup untuk minum dan membasahi kepala. Jika memungkinkan, menyediakan area mandi akan lebih baik untuk memenuhi perilaku alaminya.
3. Apa alas yang bagus untuk kandang angsa?
Jerami atau serutan kayu dapat digunakan sebagai litter. Pastikan alas tetap kering dan segera diganti jika sudah basah atau terlalu kotor.
4. Apakah angsa yang akan bertelur membutuhkan sarang?
Ya. Sediakan area sarang di lantai dan gunakan material seperti jerami atau serutan kayu agar angsa memiliki tempat yang nyaman untuk bertelur.
5. Bagaimana cara membuat kandang angsa tidak becek?
Pisahkan area tidur dari tempat minum atau mandi, gunakan drainase yang baik, dan segera ganti litter yang basah. Tempat air juga sebaiknya diletakkan di area yang mudah dialirkan airnya.
Tertarik Memelihara Angsa Berkualitas?
Kandang yang baik akan membuat proses pemeliharaan lebih mudah. Setelah kandang siap, Anda bisa menyesuaikan jumlah angsa dengan kapasitas kandang dan tujuan pemeliharaan.
Jika Anda sedang mencari angsa lokal untuk dipelihara, dikembangkan sebagai indukan, atau untuk kebutuhan peternakan, JualAyamHias menyediakan pilihan angsa dalam beberapa usia.
Ingin cek stok Angsa Lokal? Hubungi nomor whatsapp kami di bawah ini untuk mengetahui stok dan pilihan angsa yang tersedia.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!