Cara Membuat Kandang Ayam Joper untuk Pemula dari DOC Sampai Panen

Terbit: 8 September 2023 • Update: 17 Agustus 2026

Kandang merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan ternak ayam Joper. Kandang yang terlalu padat, lembap, atau memiliki ventilasi buruk dapat membuat ayam tidak nyaman, pertumbuhannya terganggu, dan risiko penyakit meningkat.

Karena kebutuhan ayam berubah seiring pertumbuhan, kandang ayam Joper untuk DOC tidak bisa disamakan dengan kandang ayam yang sudah mendekati masa panen. Selain luas kandang, peternak juga perlu memperhatikan pemanas, ventilasi, litter, tempat pakan, dan air minum.

Berikut panduan praktis membuat kandang ayam joper mulai dari DOC hingga panen.

Jual Ayam Joper

Ayam sehat, garansi hidup, siap kirim ke seluruh Indonesia.

Ukuran Kandang Ayam Joper Berdasarkan Usia

Salah satu pertanyaan paling umum dari peternak pemula adalah: 100 ekor ayam Joper membutuhkan kandang berapa meter?

Sebagai acuan, materi teknis budidaya ayam Joper dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung memberikan kepadatan sekitar 60 ekor/m² pada umur 1–6 hari, 40 ekor/m² pada umur 7–12 hari, 20 ekor/m² pada umur 13–30 hari, dan 9 ekor/m² sampai panen.

Dengan acuan tersebut, gambaran kebutuhan ruang untuk 100 ekor adalah:

Usia Ayam Joper Kepadatan Acuan Kebutuhan untuk 100 Ekor
1–6 hari 60 ekor/m² ±1,7 m²
7–12 hari 40 ekor/m² ±2,5 m²
13–30 hari 20 ekor/m² ±5 m²
31 hari–panen 9 ekor/m² ±11,1 m²
Catatan: Angka tersebut merupakan acuan kepadatan, bukan berarti peternak harus membuat kandang persis dengan ukuran tersebut. Menambah ruang sedikit lebih luas dapat memberikan ruang gerak dan membantu pengelolaan kandang, terutama pada kondisi cuaca panas.

1. Membuat Kandang Starter untuk DOC Ayam Joper

Pada fase DOC, kebutuhan utama bukan sekadar luas kandang, tetapi suhu, sumber panas, ventilasi, pakan, dan air minum.

Kandang starter dapat dibuat menggunakan tripleks, papan, bambu, atau bahan lain yang mudah dibersihkan. Buat area brooder berbentuk lingkaran atau persegi dengan sekat agar DOC tetap berada di sekitar sumber panas dan mudah menemukan pakan maupun air.

Salah satu panduan teknis Kementerian Pertanian menggunakan brooder berukuran 100 × 50 × 40 cm untuk sekitar 30–70 DOC, dengan kebutuhan suhu brooding sekitar 25,5–33°C tergantung fase dan kondisi pemeliharaan.

Berikut merupakan salah satu kandang starter untuk ayam joper usia 1-2 minggu | image 2
Berikut merupakan kandang starter untuk ayam joper usia 1-2 minggu

Berapa watt lampu pemanas untuk DOC?

Untuk heat lamp infrared, kebutuhan watt tidak bisa ditetapkan hanya dari jumlah ayam karena suhu ruangan, luas brooder, tinggi lampu, dan jenis lampu ikut memengaruhi panas.

Jadi, untuk praktik sederhana:

  • 50 DOC: ±1 lampu 250 watt.
  • 100 DOC: ±2 lampu 250 watt.
  • 150 DOC: ±3 lampu 250 watt.

Untuk 100 DOC, penggunaan 2 lampu 250 watt juga memberi keuntungan berupa sumber panas cadangan apabila salah satu lampu mati.

Suhu awal brooding umumnya berada sekitar 32–35°C di level anak ayam, lalu diturunkan secara bertahap sekitar 2–3°C per minggu sesuai perkembangan bulu dan kondisi ayam. Pedoman Ditjen PKH juga menggunakan kisaran 32–34°C pada minggu pertama dan menurunkannya secara bertahap.

Jangan hanya mengandalkan angka termometer. Perhatikan perilaku ayam:

Indikator Kenyamanan DOC
Berikut adalah gambaran indikator kenyamanan DOC di dalam kandang

Lampu pemanas harus digantung menggunakan rantai atau kawat, bukan kabel listrik, dan lampu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan litter karena berisiko menyebabkan kebakaran.

2. Kandang Grower Ayam Joper hingga Panen

Setelah melewati fase brooding, ayam membutuhkan ruang yang semakin besar.

Untuk ayam Joper umur sekitar 13–30 hari, acuan 20 ekor/m² berarti 100 ekor membutuhkan sekitar 5 m² area lantai. Setelah umur 31 hari sampai panen, acuan 9 ekor/m² berarti 100 ekor membutuhkan sekitar 11,1 m².

Misalnya Anda memelihara 100 ekor sampai panen, kandang akhir dapat dibuat sekitar:

3 × 4 meter = 12 m²

Ukuran ini memberikan ruang sekitar 8–9 ekor/m² sehingga cukup dekat dengan acuan kepadatan tersebut.

Untuk jumlah 500 ekor, kebutuhan ruang pada fase akhir kira-kira:

500 ÷ 9 = 55,6 m²

Anda bisa membuat kandang sekitar 7 × 8 meter = 56 m².

Perhitungan seperti ini jauh lebih mudah digunakan untuk pemula.

3. Pilih Jenis Kandang: Postal atau Panggung

Ada dua jenis kandang ayam yang dapat digunakan untuk pembesaran ayam Joper, yaitu kandang postal dan kandang panggung.

Kandang Postal

Kandang postal merupakan sistem pemeliharaan ayam di atas lantai yang diberi litter, seperti sekam padi atau serutan kayu. Sistem ini memiliki konstruksi sederhana dan biaya pembuatan yang relatif terjangkau. Kandang postal dapat digunakan untuk ayam Joper pada fase pembesaran.

Untuk 100 ekor ayam, ukuran kandang dapat disesuaikan dengan umur dan kepadatan ayam. Sebagai gambaran, ukuran 5 × 3 meter dapat digunakan untuk fase pembesaran. Litter dapat dibuat setebal sekitar 5–10 cm dan harus tetap kering.

Litter yang basah akibat kotoran atau tumpahan air perlu segera dibersihkan dan diganti. Sekam juga dapat dibalik secara berkala untuk menjaga kondisi tetap kering serta membantu mengurangi kelembapan dan kadar amonia di dalam kandang.

Salah satu contoh kandang postal yang siap diisi oleh ayam joper usia 2 minggu sampai panen | image 3
Salah satu contoh kandang postal yang siap diisi oleh ayam joper usia 2 minggu sampai panen

Kandang Panggung

Kandang panggung merupakan kandang dengan lantai yang ditinggikan dari permukaan tanah. Sistem ini membantu meningkatkan sirkulasi udara, menjaga ayam tetap jauh dari tanah yang lembap, serta memudahkan pengelolaan dan pembersihan kotoran. Karena itu, kandang panggung dapat menjadi pilihan untuk lahan yang cenderung basah atau memiliki drainase kurang baik.

Ketinggian lantai dari permukaan tanah dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan desain kandang, umumnya sekitar 1–1,5 meter. Lantai dapat menggunakan bilah bambu atau bahan lain dengan celah yang cukup agar kotoran dapat jatuh ke bawah, tetapi tidak terlalu lebar sehingga berisiko mencederai kaki ayam. Dinding kandang juga perlu dibuat dengan ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap optimal.

Pada malam hari atau saat cuaca dingin, bagian sisi kandang dapat diberi tirai atau terpal yang bisa dibuka-tutup untuk membantu menjaga kenyamanan ayam tanpa menghambat ventilasi. Kotoran di bawah kandang tetap perlu dibersihkan secara rutin agar tidak menimbulkan bau, meningkatkan kadar amonia, atau menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.

Kandang panggung sangat cocok diaplikasikan pada tanah berawa atau tanah yang tidak beraturan | image 4
Kandang panggung sangat cocok diaplikasikan pada tanah berawa atau tanah yang tidak beraturan

Kesalahan Saat Membuat Kandang Ayam Joper

Kesalahan yang paling sering dilakukan pemula biasanya bukan karena bahan kandangnya salah, tetapi karena perencanaan kapasitasnya kurang tepat.

Misalnya, peternak membuat kandang berdasarkan jumlah DOC saat pertama datang tanpa menghitung kebutuhan ruang ketika ayam sudah besar. Akibatnya, kandang menjadi terlalu padat menjelang panen.

Kesalahan lainnya adalah memasang lampu pemanas tanpa mengukur suhu, membiarkan tempat minum bocor, serta tidak memperhatikan ventilasi.

Jadi, sejak awal sebaiknya peternak sudah menghitung kebutuhan kandang dari fase DOC sampai panen, bukan hanya kebutuhan pada hari pertama.

Pertanyaan Umum Seputar Kandang Ayam Joper

1. Berapa ukuran kandang ayam joper untuk 100 ekor?

Kebutuhannya berubah sesuai umur. Sebagai acuan, 100 ekor membutuhkan sekitar 1,7 m² pada umur 1–6 hari, 2,5 m² pada umur 7–12 hari, 5 m² pada umur 13–30 hari, dan sekitar 11,1 m² mulai umur 31 hari hingga panen.

2. Berapa watt lampu untuk 100 DOC ayam joper?

Sebagai acuan, 2 lampu infrared 250 watt dapat digunakan untuk sekitar 100 DOC, terutama karena dua lampu memberikan cadangan panas jika salah satunya mati. Ketinggian lampu dan jumlah panas tetap perlu disesuaikan dengan suhu lingkungan dan perilaku DOC.

3. Lebih bagus kandang postal atau panggung untuk ayam joper?

Keduanya dapat digunakan. Kandang postal lebih sederhana dan cocok untuk sistem litter, sedangkan kandang panggung menawarkan sirkulasi di bawah lantai dan dapat memudahkan pengelolaan kotoran. Pilih berdasarkan kondisi lahan, biaya, dan sistem pemeliharaan.

4. Berapa suhu kandang DOC ayam joper?

Pada minggu pertama, suhu di level DOC umumnya berada sekitar 32–35°C, kemudian diturunkan secara bertahap sekitar 2–3°C setiap minggu. Perilaku DOC tetap perlu diamati karena menjadi indikator apakah ayam kedinginan atau kepanasan.

5. Apakah kandang ayam joper harus menggunkan sekam?

Tidak harus, karena model kandang panggung memiliki sistem lantai yang berbeda. Namun, untuk kandang postal, sekam dapat digunakan sebagai litter karena membantu menyerap kelembapan dan kotoran. Litter harus dijaga tetap kering dan segera diganti jika basah.

Tertarik Memulai Ternak Ayam Joper?

Setelah kandang siap, langkah berikutnya tentu memilih bibit ayam Joper yang sehat dan berkualitas. Bibit yang baik akan lebih siap dipelihara dengan manajemen kandang dan pakan yang tepat sejak awal.

Jika Anda sedang mencari DOC atau ayam Joper untuk diternakkan, kami siap membantu memberikan informasi mengenai stok, usia, harga, dan pilihan ayam yang tersedia.

Hubungi kami melalui WhatsApp untuk cek stok, harga terbaru, dan konsultasi kebutuhan ayam Joper sesuai jumlah ternak dan lokasi Anda.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!