Waspada! Kenali Ciri Penyakit Ayam & Obatnya agar Ternak Sehat

  Diterbitkan:  |    Diperbarui:

Beternak ayam kampung memang punya tantangan tersendiri. Kadang ayam kita terlihat bugar, tapi di lain waktu bisa sakit-sakitan. Hal seperti ini sangatlah wajar dalam dunia peternakan.

Nah, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa cepat mengetahui ciri ayam sakit dan segera melakukan penanganan yang tepat. Kalau sampai salah mendiagnosis, bisa-bisa obat yang diberikan juga tidak tepat, dan ayam kesayangan kita malah tidak kunjung sembuh.

Mari kita bahas beberapa penyakit pada ayam yang sering menyerang dan bagaimana cara mudah mengobati penyakit tersebut.

Mengenal Penyakit Ayam yang Sering Menyerang

Mengenali gejala awal adalah kunci untuk menyelamatkan ayam Anda dan mencegah penularan ke ayam lain. Berikut adalah beberapa penyakit umum pada ayam beserta ciri-cirinya.

1. Penyakit Tetelo (ND)

Penyakit Tetelo atau Newcastle Disease (ND) ini disebabkan oleh virus, merupakan salah satu penyakit super ganas yang bisa menyebabkan kematian massal pada ayam.

Jika ayam Anda terjangkit Tetelo, Anda akan melihatnya berjalan sempoyongan, kadang bahkan mundur, lehernya bergerak-gerak tidak terkontrol, nafsu makan hilang total, dan bulu terlihat kusam.

Seringkali, kondisi ini juga disertai dengan pilek serta mulut berlendir. Untuk penanganannya, ayam yang sakit harus segera dipisahkan dari kawanan untuk mencegah penularan.

Anda bisa mencoba memberikan obat herbal seperti rebusan daun pepaya, gula jawa, dan temulawak secara terus-menerus sampai ayam pulih.

Ayam yang memiliki daya tahan tubuh yang baik biasanya bisa sembuh. Selain itu, vaksin penyakit ND sangat dianjurkan sebagai langkah pencegahan pada umur 4 hari, 4 minggu, dan 4 bulan untuk membangun kekebalan tubuh ayam.

Ayam Polan Mati karena penyakit Tetelo

Ilustrasi ayam yang terserang penyakit.

2. Penyakit Kolera (Berak Hijau)

Kolera adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri dan bisa berujung pada kematian. Ciri khas ayam sakit Kolera adalah kotorannya yang berwarna hijau dan encer.

Ayam akan terlihat lesu, bulunya kusam, sayapnya menggantung, dan nafsu makan menurun drastis. Sama seperti Tetelo, terkadang Kolera juga disertai pilek dan mulut berlendir.

Karena penyakit ini menyerang sistem pencernaan, pengobatannya bisa menggunakan Koleridin yang banyak tersedia di toko obat hewan.

Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan obat herbal lain seperti rebusan daun pepaya dan temuireng untuk membantu proses penyembuhan.

Anakan Ayam Polan Mati dengan gejala Kolera

Anakan ayam yang menunjukkan gejala sakit.

3. Penyakit Cacar Unggas (Fox / Patek)

Penyakit Cacar Unggas, yang juga dikenal dengan nama Fox atau Patek, disebabkan oleh virus dan memiliki dua tipe: basah dan kering.

Ciri utama dari penyakit ini adalah munculnya benjolan-benjolan mirip kutil pada wajah, pial, dan jengger ayam. Berita baiknya, tipe kering dari penyakit ini umumnya lebih mudah disembuhkan.

Secara tradisional, penyakit cacar unggas dapat diobati dengan mengolesi minyak tanah pada bagian yang terkena secara rutin. Dengan penanganan ini, dalam waktu 3-4 hari, insyaAllah ayam Anda akan pulih.

4. Penyakit Snot

Snot juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ayam sakit Snot akan menunjukkan pembengkakan pada area sinus (batas antara hidung dan mata).

Selain itu, hidung akan mengeluarkan lendir yang berbau busuk, ayam kehilangan nafsu makan, bulunya kusam, dan seringkali disertai pilek serta lendir.

Pengobatan untuk penyakit Snot bisa menggunakan obat Amplikol yang mudah didapatkan di toko obat unggas. Pemberian obat ini secara teratur dapat membantu menyembuhkan ayam yang terinfeksi.

Pencegahan Penyakit Umum pada Ayam

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk menjaga ayam Anda tetap sehat dan produktif, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda terapkan secara rutin:

Menjaga Kebersihan Lingkungan Kandang

Kandang yang bersih adalah benteng pertama pertahanan dari penyakit. Pastikan kandang selalu kering, bebas dari sisa pakan yang membusuk, dan kotoran ayam dibersihkan secara teratur.

Ventilasi yang baik juga krusial agar udara di dalam kandang selalu segar dan tidak lembap. Lingkungan yang kotor dan lembap adalah sarang empuk bagi bakteri dan virus penyebab penyakit.

Nutrisi Seimbang dan Suplemen

Pastikan ayam mendapatkan pakan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan mineral penting lainnya, dapat membuat daya tahan tubuh ayam melemah dan cangkang telur menjadi rapuh, yang bisa memicu masalah lain seperti ayam mematuk telurnya sendiri.

Pemberian suplemen vitamin dan mineral secara berkala juga dapat membantu meningkatkan imunitas ayam.

Vaksinasi Rutin

Program vaksinasi sesuai jadwal yang direkomendasikan sangat penting untuk melindungi ayam dari penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus, seperti Tetelo (ND). Konsultasikan dengan ahli atau toko pakan ternak untuk jadwal vaksinasi yang tepat.

Manajemen Stres

Lingkungan yang nyaman dan minim stres akan membuat ayam lebih sehat. Hindari kepadatan kandang yang berlebihan, pastikan suhu kandang stabil, dan hindari perubahan mendadak dalam rutinitas pakan atau lingkungan ayam.

Kesimpulan

Perilaku ayam yang sakit bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga kekurangan nutrisi dan lingkungan yang tidak ideal.

Dengan memahami ciri penyakit ayam dan menerapkan cara mengobati yang tepat, Anda dapat melindungi ternak dari kerusakan dan kerugian.

Ingatlah, kunci utama keberhasilan adalah selalu menjaga ayam tetap sehat, lingkungan terjaga kebersihannya, dan asupan pakan yang mencukupi untuk hasil yang maksimal!

Untuk tutorial menetaskan telur dengan indukan ayam lain, Anda bisa membaca artikel kami tentang Cara Mudah Menetaskan Telur Ayam Hias dengan Indukan Ayam Lain.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

5/5 - (14 votes)

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!