Diterbitkan: | Diperbarui:
Memelihara ayam hias memang menjadi hobi yang unik dan menarik. Namun, seringkali ada tantangan, apalagi kalau ingin mendatangkan ayam dari luar pulau.
Biaya pengiriman yang tinggi dan kerumitan dokumen kargo hewan seringkali jadi kendala. Nah, salah satu solusi cerdasnya adalah dengan mengirimkan telur ayam hias untuk ditetaskan sendiri.
Cara ini jauh lebih terjangkau dan bisa menjangkau hampir seluruh pelosok Indonesia. Kemampuan menetaskan telur memang berbeda-beda bagi setiap orang.
Menggunakan mesin penetas telur pun punya tantangan tersendiri, karena butuh ilmu dan pengalaman yang cukup. Kondisi suhu dan kelembapan di setiap daerah juga bisa memengaruhi hasil penetasan jika menggunakan mesin.
Padahal, Allah SWT sudah menciptakan pengeram alami yang “full otomatis” dan sempurna: yaitu indukan ayam lain yang sedang mengeram. Kita bisa memanfaatkan ayam kampung atau bahkan entog (mentog) sebagai pengeram yang handal.
Indukan ayam betina sedang mengeram telurnya.
Mengapa Memilih Indukan Lain untuk Menetaskan Telur Ayam Hias?
Memilih indukan ayam lain sebagai pengeram alami menawarkan beberapa keuntungan dibanding mesin penetas. Indukan alami bisa mengatur suhu dan kelembaban telur dengan sangat presisi, persis seperti yang dibutuhkan.
Selain itu, biaya yang dikeluarkan jauh lebih minim karena tidak perlu listrik atau perawatan mesin yang rumit. Tentu saja, metode ini juga membantu Anda yang mungkin belum berpengalaman dengan mesin penetas.
Namun, perlu diingat, jumlah telur yang bisa dierami oleh satu indukan terbatas dan ada risiko indukan stres atau kabur jika tidak ditangani dengan benar.
Cara Menetaskan Telur Ayam Hias dengan Indukan Ayam Lain
Proses penetasan telur ayam hias dengan bantuan indukan lain sebenarnya cukup sederhana, asalkan Anda tahu triknya. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa Anda ikuti.
1. Hitung Tanggal Mengeram Indukan
Langkah pertama adalah mengamati dan menghitung kapan ayam betina pengeram Anda mulai mengeram. Ayam betina biasa, terutama ayam kampung, tidak langsung mengeram setelah bertelur satu atau dua butir.
Umumnya, mereka baru akan mulai mengeram setelah bertelur di atas 9 butir, bahkan bisa sampai 15 butir. Indikasi jelas ayam betina sudah mulai mengeram adalah ketika ia mengerami telurnya baik di siang maupun malam hari.
Jika ayam tersebut masih terlihat mondar-mandir di siang hari dan belum betah di sarangnya, itu tandanya ia belum memasuki hari pertama pengeraman.
2. Ganti Telur dengan Telur Ayam Hias di Malam Hari
Setelah indukan Anda benar-benar mulai mengeram, siapkan telur ayam hias yang ingin Anda tetaskan. Lakukan penggantian telur ini di malam hari untuk meminimalkan risiko ayam betina pengeram merasa stres atau kaget.
Ambil telur ayam kampung yang sedang dierami dan gantilah dengan telur ayam hias. Anda bisa memasukkan hingga 15 butir, namun idealnya sekitar 13 butir akan lebih baik agar indukan tidak terlalu kerepotan saat membalik telur-telurnya.
Berdasarkan pengalaman, mengganti telur di siang hari pun kadang memberikan hasil yang bagus, tapi melakukan di malam hari adalah langkah antisipasi terbaik.
Tips Khusus: Menangani Indukan yang Sudah Mengeram
Bagaimana jika Anda baru mendapatkan telur ayam hias padahal indukan pengeram Anda sudah mengerami telurnya selama 5 hari atau lebih? Jangan khawatir, ada solusi praktis yang bisa diterapkan.
1. Siapkan Telur Pengganti yang Tidak Jadi
Ketika indukan betina mengeram dan sebagian telurnya tidak menetas atau gagal, namun masih dalam kondisi utuh, jangan buang telur tersebut. Kumpulkan dan simpan telur “gagal” ini.
Jika Anda ingin mengeramkan telur ayam hias dengan indukan yang sudah mengeram lebih dari 5 hari, Anda bisa menukarnya dengan telur “gagal” tadi ditambah dengan telur ayam hias yang baru.
Penting untuk memastikan jumlah telur setelah penggantian tetap sama dengan jumlah telur sebelumnya agar indukan tidak merasa ada perubahan signifikan.
2. Pisahkan Anakan Ayam yang Baru Menetas dengan Hati-hati
Apabila telur yang dierami lebih dulu sudah menetas, segera ambil anakan ayam yang baru menetas itu. Pisahkan mereka dari induknya begitu bulu mereka mulai kering, jangan menunggu terlalu lama.
Setelah itu, bersihkan sisa-sisa cangkang telur dan segera pindahkan anakan ke dalam box berlampu 40 atau 45 watt untuk menghangatkan mereka.
Dalam proses ini, sangat penting agar indukan betina yang masih mengeram telur ayam hias Anda tidak mengetahui atau mendengar suara anakan yang baru menetas tadi, agar ia tidak berhenti mengeram.
Kesimpulan
Teknik penetasan telur ayam hias dengan menggunakan indukan ayam lain ini sudah terbukti efektif. Bahkan, metode ini sudah kami uji coba sampai tiga kali putaran pengeraman dengan indukan betina yang sama, dan hasilnya tetap berhasil.
Dengan menerapkan teknik ini, persentase keberhasilan penetasan telur Anda diharapkan akan lebih tinggi, dan Anda bisa memulai pengalaman memelihara ayam hias mulai dari masa pengeraman, merawat anakan, hingga melihatnya tumbuh dan berkembang biak dengan baik.
Pemesanan berbagai jeni ayam hias bisa hubungi nomor kami di bawah ini :
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!