5 Penyebab Indukan Ayam Mematuk Telurnya Sendiri & Cara Mengatasinya

Terbit: 10 Desember 2024 • Update: 17 Juli 2026

Sebagai peternak, tentu akan merasa kecewa ketika telur yang seharusnya menetas justru rusak akibat perilaku indukan ayam itu sendiri. Telur yang telah dierami dengan harapan menjadi bibit unggul malah pecah atau bahkan dimakan oleh induknya.

Fenomena ini memang cukup sering terjadi dan kerap menimbulkan kebingungan. Namun, perilaku tersebut bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang dapat memicu indukan ayam mematuk telurnya sendiri.

Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut penjelasan mengenai penyebab perilaku tersebut sekaligus cara penanganan yang dapat dilakukan.

5 Hal Penyebab Indukan Ayam Mematuk Telurnya Sendiri & Cara Mengatasinya
Contoh indukan ayam mematuk telurnya

Kenapa Ayam Makan Telurnya Sendiri?

Perilaku ini mungkin terlihat tidak biasa, namun umumnya dipengaruhi oleh faktor biologis maupun kondisi lingkungan. Dengan memahami penyebab utamanya, peternak dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat dan efektif.

Menurut praktisi peternakan menyebutkan,

“Kebiasaan ayam mematuk telur sering dipicu oleh kekurangan nutrisi seperti kalsium dan mineral yang dapat menyebabkan ayam mencari sumber nutrisi tambahan.”

1. Kekurangan Kalsium dan Nutrisi

Salah satu penyebab paling umum indukan ayam mematuk telurnya sendiri adalah kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan mineral penting lainnya. Pada masa bertelur dan mengeram, kebutuhan kalsium meningkat karena diperlukan untuk pembentukan cangkang telur.

Apabila asupan pakan tidak mencukupi, indukan ayam dapat mengalami kekurangan nutrisi dan secara naluriah mencari sumber kalsium tambahan, salah satunya dari cangkang telurnya sendiri.

Selain itu, kekurangan protein dan vitamin juga dapat memicu perilaku tersebut, karena ayam berusaha memenuhi kebutuhan gizinya dari sumber lain di sekitarnya.

2. Kandang Tidak Nyaman (Stres)

Kondisi lingkungan kandang yang kurang nyaman juga dapat memicu stres pada indukan ayam, yang kemudian mendorong munculnya perilaku tidak normal, termasuk mematuk telurnya sendiri.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan stres antara lain suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, ukuran kandang yang terlalu sempit, suara bising, serta gangguan dari hewan lain seperti tikus atau kucing.

Ketika ayam mengalami stres, perubahan perilaku dapat terjadi sebagai bentuk respons terhadap tekanan lingkungan. Salah satunya adalah kebiasaan mematuk telur yang seharusnya dierami.

3. Perilaku Alami dan Insting

Dalam beberapa kasus, perilaku mematuk telur merupakan bagian dari insting alami ayam. Indukan dapat secara tidak sengaja mematuk telur saat membalik atau merapikan posisi telur di dalam sarang.

Apabila terdapat telur yang retak atau pecah, naluri ayam untuk menjaga kebersihan sarang dapat memicu tindakan mematuk, bahkan hingga mengonsumsi isi telur yang kaya nutrisi.

Perilaku ini lebih sering terjadi pada ayam yang belum terbiasa mengeram atau pada indukan dengan sifat yang cenderung lebih agresif.

Kekurangan Nutrisi Esensial
Ayam kekurangan nutrisi esensial

4. Adanya Serangga atau Parasit di Kandang

Kehadiran serangga atau parasit, seperti kutu ayam, baik di dalam sarang maupun pada tubuh indukan, juga dapat menjadi salah satu penyebab perilaku mematuk telur. Indukan yang merasa gatal dan tidak nyaman cenderung akan mematuk tubuhnya sendiri atau area sarang untuk mengurangi gangguan tersebut.

Tanpa disadari, patukan tersebut dapat mengenai telur hingga menyebabkan retak atau pecah. Kondisi ini kemudian memicu indukan untuk mematuk telur lebih lanjut.

Masalah ini umumnya dipicu oleh kebersihan kandang yang kurang terjaga, sehingga penting bagi peternak untuk rutin melakukan pembersihan dan menjaga sanitasi lingkungan kandang.

5. Kebosanan dan Kurangnya Stimulasi

Ayam yang terlalu lama berada di dalam kandang tanpa aktivitas atau stimulasi yang memadai dapat mengalami kebosanan. Kondisi ini dapat mendorong munculnya perilaku destruktif, salah satunya adalah mematuk telur.

Lingkungan kandang yang monoton, tanpa objek lain untuk dipatuk atau digali, membuat telur menjadi satu-satunya fokus perhatian ayam.

Untuk mengatasi hal tersebut, peternak dapat menambahkan elemen sederhana di dalam kandang, seperti bahan untuk digaruk atau objek yang aman untuk dipatuk, sehingga ayam memiliki aktivitas tambahan dan tidak mudah stres.

Setelah memahami berbagai penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan solusi serta upaya pencegahan yang tepat. Dengan perhatian dan penanganan yang baik, telur-telur yang dihasilkan dapat lebih terjaga dan risiko kerusakan pun dapat diminimalkan.

Cara Mengatasi Indukan Ayam Makan Telurnya

⚠️ Segera Ambil Telur yang Pecah atau Retak

🥚
Segera singkirkan telur rusak
Telur yang retak atau pecah harus langsung diambil agar tidak memicu indukan mematuk telur lain yang masih utuh.
🚫
Cegah kebiasaan makan telur
Jika dibiarkan, ayam bisa terbiasa memakan telur sendiri dan ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
🧼
Jaga kebersihan sarang
Bersihkan sisa telur pecah agar tidak menimbulkan bau yang dapat mengundang hama dan penyakit.

1. Perbaiki Asupan Nutrisi dan Pakan

Pastikan indukan ayam mendapatkan pakan yang seimbang dan kaya nutrisi, terutama kalsium. Pemberian pakan khusus ayam petelur yang telah diformulasikan dengan kandungan kalsium tinggi dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menunjang kebutuhan tersebut.

Selain itu, peternak juga dapat menambahkan suplemen kalsium, mineral, atau sumber kalsium alami seperti tepung tulang apabila diperlukan. Asupan nutrisi yang tercukupi akan membantu mengurangi kecenderungan indukan ayam mencari sumber kalsium tambahan dari cangkang telurnya sendiri.

Perbaiki Asupan Nutrisi dan Pakan
Perbaiki asupan nutrisi dan pakan pada ayam

2. Menciptakan Lingkungan Kandang yang Nyaman

Kandang harus selalu dalam kondisi bersih, kering, serta memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap lancar. Selain itu, hindari suhu yang terlalu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, dan pastikan ukuran kandang cukup luas agar indukan tidak merasa sesak.

Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kemungkinan adanya serangga atau parasit, serta rutin menjaga sanitasi kandang. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan membantu mengurangi tingkat stres pada indukan.

3. Manfaatkan Telur Palsu atau Telur Dummy

Pada indukan yang memiliki kecenderungan mematuk telur, atau pada ayam yang baru pertama kali mengeram, penggunaan telur palsu (dummy) dapat menjadi solusi yang efektif.

Telur palsu dapat diletakkan di dalam sarang selama beberapa hari sebelum telur asli dimasukkan. Cara ini bertujuan untuk melatih indukan agar terbiasa mengeram tanpa risiko merusak telur yang sebenarnya.

Jika indukan mematuk telur palsu, biasanya ia akan menyadari bahwa benda tersebut bukan sumber makanan. Dengan demikian, diharapkan kebiasaan mematuk telur dapat berkurang atau berhenti.

4. Berikan Stimulasi dan Ruang Gerak

Jika indukan ayam terus-menerus berada di dalam kandang, sebaiknya berikan variasi aktivitas untuk mengurangi kebosanan. Peternak dapat menambahkan objek sederhana yang aman untuk dipatuk atau digaruk sebagai bentuk stimulasi.

Selain itu, sesekali indukan dapat dibiarkan keluar kandang di area yang aman dan terkontrol. Hal ini dapat membantu mengurangi stres serta memberikan ruang gerak yang lebih luas.

Pertanyaan Umum Seputar Indukan Ayam Mematuk Telurnya Sendiri

1. Mengapa indukan ayam mematuk telurnya sendiri?

Perilaku ini umumnya disebabkan oleh kekurangan nutrisi, terutama kalsium, stres akibat lingkungan kandang, telur yang sudah retak, gangguan parasit, atau kebiasaan yang terbentuk setelah ayam pernah memakan telur pecah.

2. Apakah kekurangan kalsium bisa menyebabkan ayam memakan telurnya?

Ya. Kekurangan kalsium dapat membuat cangkang telur menjadi lebih tipis dan mendorong ayam mencari sumber mineral tambahan dengan mematuk atau memakan telurnya sendiri.

3. Bagaimana cara mencegah indukan ayam mematuk telurnya?

Pastikan ayam memperoleh pakan bergizi seimbang, kandang tetap bersih dan nyaman, segera ambil telur yang retak, kendalikan parasit, serta minimalkan stres agar indukan tetap fokus mengerami telur.

4. Apakah kebiasaaan mematuk telur bisa dihentikan?

Bisa. Jika penyebab utamanya segera diatasi, seperti memperbaiki nutrisi, kebersihan kandang, dan manajemen pemeliharaan, sebagian besar ayam akan berhenti mematuk telurnya. Namun, ayam yang sudah terbiasa melakukannya mungkin memerlukan pengawasan lebih intensif.

5. Apakah semua jenis ayam bisa mengalami kebiasaan mematuk telurnya sendiri?

Ya. Kebiasaan ini dapat terjadi pada berbagai jenis ayam, baik ayam kampung, ayam petelur, maupun ayam hias. Meski demikian, risikonya lebih tinggi apabila manajemen pakan dan kandang kurang optimal.

Tertarik Memiliki Ayam Berkualitas untuk Diternakkan?

Keberhasilan penetasan tidak hanya dipengaruhi oleh cara merawat telur, tetapi juga dimulai dari kualitas indukan ayam. Indukan yang sehat, produktif, dan berasal dari bibit unggul cenderung memiliki naluri mengeram yang lebih baik serta menghasilkan telur yang berkualitas.

Di Jualayamhias, tersedia berbagai jenis ayam hias dan ayam ternak berkualitas, mulai dari anakan, remaja, hingga indukan siap berkembang biak. Seluruh ayam dirawat dengan baik sehingga siap menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memulai atau mengembangkan peternakan.

Hubungi kami melalui WhatsApp sekarang untuk mengetahui stok, harga terbaru, serta berkonsultasi mengenai jenis ayam yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

5/5 - (20 votes)

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!