Terbit: 10 Desember 2024 • Update: 4 Mei 2026
Sebagai peternak, tentu akan merasa kecewa ketika telur yang seharusnya menetas justru rusak akibat perilaku indukan ayam itu sendiri. Telur yang telah dierami dengan harapan menjadi bibit unggul malah pecah atau bahkan dimakan oleh induknya.
Fenomena ini memang cukup sering terjadi dan kerap menimbulkan kebingungan. Namun, perilaku tersebut bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang dapat memicu indukan ayam mematuk telurnya sendiri.
Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut penjelasan mengenai penyebab perilaku tersebut sekaligus cara penanganan yang dapat dilakukan.

Kenapa Ayam Makan Telurnya Sendiri?
Perilaku ini mungkin terlihat tidak biasa, namun umumnya dipengaruhi oleh faktor biologis maupun kondisi lingkungan. Dengan memahami penyebab utamanya, peternak dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat dan efektif.
Menurut praktisi peternakan,
“Kebiasaan ayam mematuk telur sering dipicu oleh kekurangan nutrisi seperti kalsium dan mineral yang dapat menyebabkan ayam mencari sumber nutrisi tambahan.”
1. Kekurangan Kalsium dan Nutrisi
Salah satu penyebab paling umum indukan ayam mematuk telurnya sendiri adalah kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan mineral penting lainnya. Pada masa bertelur dan mengeram, kebutuhan kalsium meningkat karena diperlukan untuk pembentukan cangkang telur.
Apabila asupan pakan tidak mencukupi, indukan ayam dapat mengalami kekurangan nutrisi dan secara naluriah mencari sumber kalsium tambahan, salah satunya dari cangkang telurnya sendiri.
Selain itu, kekurangan protein dan vitamin juga dapat memicu perilaku tersebut, karena ayam berusaha memenuhi kebutuhan gizinya dari sumber lain di sekitarnya.
2. Kandang Tidak Nyaman (Stres)
Kondisi lingkungan kandang yang kurang nyaman juga dapat memicu stres pada indukan ayam, yang kemudian mendorong munculnya perilaku tidak normal, termasuk mematuk telurnya sendiri.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan stres antara lain suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, ukuran kandang yang terlalu sempit, suara bising, serta gangguan dari hewan lain seperti tikus atau kucing.
Ketika ayam mengalami stres, perubahan perilaku dapat terjadi sebagai bentuk respons terhadap tekanan lingkungan. Salah satunya adalah kebiasaan mematuk telur yang seharusnya dierami.
3. Perilaku Alami dan Insting
Dalam beberapa kasus, perilaku mematuk telur merupakan bagian dari insting alami ayam. Indukan dapat secara tidak sengaja mematuk telur saat membalik atau merapikan posisi telur di dalam sarang.
Apabila terdapat telur yang retak atau pecah, naluri ayam untuk menjaga kebersihan sarang dapat memicu tindakan mematuk, bahkan hingga mengonsumsi isi telur yang kaya nutrisi.
Perilaku ini lebih sering terjadi pada ayam yang belum terbiasa mengeram atau pada indukan dengan sifat yang cenderung lebih agresif.

4. Adanya Serangga atau Parasit di Kandang
Kehadiran serangga atau parasit, seperti kutu ayam, baik di dalam sarang maupun pada tubuh indukan, juga dapat menjadi salah satu penyebab perilaku mematuk telur. Indukan yang merasa gatal dan tidak nyaman cenderung akan mematuk tubuhnya sendiri atau area sarang untuk mengurangi gangguan tersebut.
Tanpa disadari, patukan tersebut dapat mengenai telur hingga menyebabkan retak atau pecah. Kondisi ini kemudian memicu indukan untuk mematuk telur lebih lanjut.
Masalah ini umumnya dipicu oleh kebersihan kandang yang kurang terjaga, sehingga penting bagi peternak untuk rutin melakukan pembersihan dan menjaga sanitasi lingkungan kandang.
5. Kebosanan dan Kurangnya Stimulasi
Ayam yang terlalu lama berada di dalam kandang tanpa aktivitas atau stimulasi yang memadai dapat mengalami kebosanan. Kondisi ini dapat mendorong munculnya perilaku destruktif, salah satunya adalah mematuk telur.
Lingkungan kandang yang monoton, tanpa objek lain untuk dipatuk atau digali, membuat telur menjadi satu-satunya fokus perhatian ayam.
Untuk mengatasi hal tersebut, peternak dapat menambahkan elemen sederhana di dalam kandang, seperti bahan untuk digaruk atau objek yang aman untuk dipatuk, sehingga ayam memiliki aktivitas tambahan dan tidak mudah stres.
Setelah memahami berbagai penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan solusi serta upaya pencegahan yang tepat. Dengan perhatian dan penanganan yang baik, telur-telur yang dihasilkan dapat lebih terjaga dan risiko kerusakan pun dapat diminimalkan.
Cara Mengatasi Indukan Ayam Makan Telurnya
⚠️ Segera Ambil Telur yang Pecah atau Retak
Telur yang retak atau pecah harus langsung diambil agar tidak memicu indukan mematuk telur lain yang masih utuh.
Jika dibiarkan, ayam bisa terbiasa memakan telur sendiri dan ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Bersihkan sisa telur pecah agar tidak menimbulkan bau yang dapat mengundang hama dan penyakit.
1. Perbaiki Asupan Nutrisi dan Pakan
Pastikan indukan ayam mendapatkan pakan yang seimbang dan kaya nutrisi, terutama kalsium. Pemberian pakan khusus ayam petelur yang telah diformulasikan dengan kandungan kalsium tinggi dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menunjang kebutuhan tersebut.
Selain itu, peternak juga dapat menambahkan suplemen kalsium, mineral, atau sumber kalsium alami seperti tepung tulang apabila diperlukan. Asupan nutrisi yang tercukupi akan membantu mengurangi kecenderungan indukan ayam mencari sumber kalsium tambahan dari cangkang telurnya sendiri.

2. Menciptakan Lingkungan Kandang yang Nyaman
Kandang harus selalu dalam kondisi bersih, kering, serta memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap lancar. Selain itu, hindari suhu yang terlalu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, dan pastikan ukuran kandang cukup luas agar indukan tidak merasa sesak.
Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kemungkinan adanya serangga atau parasit, serta rutin menjaga sanitasi kandang. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan membantu mengurangi tingkat stres pada indukan.
3. Manfaatkan Telur Palsu atau Telur Dummy
Pada indukan yang memiliki kecenderungan mematuk telur, atau pada ayam yang baru pertama kali mengeram, penggunaan telur palsu (dummy) dapat menjadi solusi yang efektif.
Telur palsu dapat diletakkan di dalam sarang selama beberapa hari sebelum telur asli dimasukkan. Cara ini bertujuan untuk melatih indukan agar terbiasa mengeram tanpa risiko merusak telur yang sebenarnya.
Jika indukan mematuk telur palsu, biasanya ia akan menyadari bahwa benda tersebut bukan sumber makanan. Dengan demikian, diharapkan kebiasaan mematuk telur dapat berkurang atau berhenti.
4. Berikan Stimulasi dan Ruang Gerak
Jika indukan ayam terus-menerus berada di dalam kandang, sebaiknya berikan variasi aktivitas untuk mengurangi kebosanan. Peternak dapat menambahkan objek sederhana yang aman untuk dipatuk atau digaruk sebagai bentuk stimulasi.
Selain itu, sesekali indukan dapat dibiarkan keluar kandang di area yang aman dan terkontrol. Hal ini dapat membantu mengurangi stres serta memberikan ruang gerak yang lebih luas.
🥚 FAQ Ayam Mematuk Telurnya Sendiri
Kenapa indukan ayam mematuk telurnya sendiri?
Apakah faktor lingkungan bisa memicu ayam memakan telur?
Apakah kebiasaan mematuk telur bisa terjadi karena tidak sengaja?
Bagaimana cara mencegah ayam mematuk telurnya sendiri?
Apakah kebosanan bisa menyebabkan ayam mematuk telur?
Kesimpulan
Perilaku indukan ayam mematuk telurnya sendiri memang bisa merugikan, tapi dengan pemahaman yang tepat tentang penyebabnya, kita bisa mencegah dan mengatasinya.
Mulai dari memastikan asupan nutrisi yang cukup, menciptakan lingkungan kandang yang nyaman, hingga penanganan telur yang tepat, semua berperan penting dalam menjaga produktivitas telur Anda. Perhatikan selalu kesehatan dan kenyamanan indukan ayam, karena mereka adalah aset berharga dalam peternakan ayam Anda.
Siap memulai ternak ayam petelur yang sukses? Dapatkan bibit ayam petelur berkualitas tinggi kami sekarang juga!
Hubungi layanan pelanggan kami berikut ini untuk mengetahui informasi lengkap lainnya :
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!