Terbit: 15 Januari 2021 • Update: 16 Juni 2026
Burung belibis merupakan unggas air yang banyak ditemukan di Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.
Unggas ini termasuk dalam keluarga Anatidae dari genus Dendrocygna. Burung ini dikenal karena kemampuannya bermigrasi serta suara khasnya yang menyerupai siulan.
Habitat dan Persebaran
Burung belibis dapat ditemukan di berbagai wilayah di dunia, termasuk Jepang, Korea, China, Rusia, Kanada, dan Amerika. Di Indonesia, mereka banyak dijumpai di danau, rawa, hutan mangrove, serta area persawahan.
Karena sering terlihat di sawah, burung ini juga dikenal dengan sebutan belibis sawah.

Habitat burung belibis umumnya berada di daerah perairan dangkal dengan vegetasi yang cukup, yang menyediakan tempat berlindung serta sumber makanan.
Mereka juga dapat hidup di perairan buatan seperti kolam atau waduk, selama lingkungan tersebut memenuhi kebutuhan ekologisnya.
Baca juga : Mengenal Call Duck si Bebek Sultan dari Belanda
Migrasi Burung Belibis
Pada bulan Oktober hingga Desember, burung belibis dari luar Indonesia bermigrasi untuk menghindari musim dingin di tempat asalnya.
Mereka mulai tiba di Indonesia pada awal November untuk mencari habitat yang lebih hangat dan sumber makanan yang melimpah.
Burung belibis melakukan perjalanan panjang dari negara asalnya dengan terbang dalam kelompok besar. Mereka biasanya menggunakan rute migrasi tetap yang telah mereka kenali secara turun-temurun.
Saat migrasi, burung ini cenderung mengeluarkan suara yang khas sebagai cara berkomunikasi dengan kelompoknya.
Ciri-Ciri Burung Belibis
Burung belibis memiliki tubuh berukuran sedang, sekitar 41 cm. Warna tubuhnya didominasi oleh cokelat dan kehitaman, dengan bagian bawah berwarna cokelat kemerahan.
Paruhnya datar dan berwarna hitam, sementara kakinya berwarna abu-abu gelap. Burung ini sering disebut “Whistling Duck” atau itik bersiul karena kemampuannya mengeluarkan suara khas.
Selain itu, burung belibis adalah penerbang yang kuat dan dapat menempuh jarak jauh untuk mencari makan atau bermigrasi. Mereka sering terbang dalam kelompok besar dan mengeluarkan suara berisik saat di udara.
Selain sebagai penerbang handal, burung belibis juga merupakan perenang ulung berkat kakinya yang berselaput, yang membantunya bergerak dengan cepat di air. Mereka mampu menyelam untuk mencari makanan atau menghindari predator.

Harga Burung Belibis
Burung belibis memiliki daya tarik tersendiri karena corak bulunya yang unik, sehingga banyak masyarakat tertarik memeliharanya sebagai hewan hias.
Salah satu tempat yang berhasil menangkarkan burung belibis adalah jualayamhias.com, yang menyediakan burung ini secara legal.
Harga burung belibis dewasa berkisar antara Rp500.000 hingga Rp900.000 per pasang, tergantung usia dan jenisnya. Harga ini cukup sebanding dengan keindahan dan keunikan burung belibis yang dapat menjadi peliharaan eksotis.
Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan populasi burung belibis tetap lestari dan tidak mengalami kepunahan.
Cari Ayam Hias Terpercaya & Berkualitas Tinggi?
Hentikan pencarian Anda! Kami hadir sebagai solusi dengan beragam ayam hias sehat, asli, dan bergaransi. Proses pemesanan sangat mudah.
Temukan ayam hias terbaik Anda tanpa ragu!
HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPPPeriode Berkembang Biak
Burung belibis berkembang biak pada bulan Februari, Maret, September, dan November. Setiap induk dapat menghasilkan 8-10 butir telur berwarna krem dalam satu periode bertelur.
Sarang biasanya dibuat di dekat perairan, tersembunyi di antara rerumputan atau semak-semak untuk menghindari predator.
Setelah menetas, anak burung belibis langsung dapat berenang dan mengikuti induknya untuk mencari makan. Mereka tumbuh dengan cepat dan dalam beberapa bulan sudah dapat terbang serta bergabung dengan kelompok yang lebih besar.

Baca juga : Beternak Bebek Mandarin Menjadi Hobi Baru untuk Kalangan Atas
Jenis-Jenis Burung Belibis
Di Indonesia, terdapat dua jenis burung belibis utama:
- Belibis Kembang / Dendrocygna arcuata – Memiliki bulu kecokelatan dengan corak putih pada sayap dan ukuran tubuh yang lebih besar.
- Belibis Batu / Dendrocygna javanica – Berbulu cokelat kemerahan tanpa warna hitam atau putih di tepi bulu, serta berukuran lebih kecil dibanding belibis kembang.
Makanan Burung Belibis
Burung belibis mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan, biji-bijian, dan vertebrata kecil yang hidup di danau, rawa, hutan mangrove, dan sawah. Mereka sering mencari makan di perairan dangkal dengan cara menyaring air menggunakan paruhnya.

Manfaat Budidaya Burung Belibis
Budidaya burung belibis dapat memberikan manfaat ekonomi bagi peternak. Burung ini dapat dipelihara untuk diambil dagingnya atau dijadikan hewan hias.
Selain itu, burung belibis juga memiliki peran ekologis dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan dengan mengontrol populasi serangga dan tumbuhan air.
Beberapa peternak telah berhasil membudidayakan burung belibis dengan metode semi-alami, di mana mereka tetap mempertahankan lingkungan yang menyerupai habitat aslinya.
Metode ini membantu burung tetap berkembang dengan baik dan memudahkan proses reproduksi.
Perbedaan Burung Belibis dan Bebek
| Aspek | Burung Belibis | Bebek |
|---|---|---|
| Klasifikasi | Unggas air liar dari genus Dendrocygna | Unggas air domestik yang telah lama dibudidayakan |
| Habitat Asli | Rawa, danau, sawah, lahan basah, dan perairan alami | Peternakan, persawahan, kolam, dan lingkungan manusia |
| Kemampuan Terbang | Sangat baik, mampu terbang jarak jauh | Relatif terbatas, terutama pada bebek ternak |
| Bentuk Tubuh | Lebih ramping dan tegap | Cenderung lebih gemuk dan membulat |
| Leher | Lebih panjang | Lebih pendek |
| Suara | Mirip siulan atau peluit | Khas “kwek-kwek” |
| Sifat | Lebih waspada dan liar | Lebih jinak dan mudah beradaptasi dengan manusia |
| Pola Hidup | Umumnya hidup berkelompok di alam liar | Banyak dipelihara secara intensif maupun semi intensif |
| Makanan Utama | Tumbuhan air, biji-bijian, rumput muda, serangga kecil | Pakan pabrikan, dedak, jagung, gabah, dan hijauan |
| Tujuan Pemeliharaan | Koleksi, konservasi, dan unggas hias | Produksi telur, daging, maupun hias |
| Produktivitas Telur | Relatif rendah dibanding bebek petelur | Tinggi, terutama pada ras petelur |
| Nilai Hias | Tinggi karena penampilan unik dan eksotis | Sedang hingga tinggi tergantung jenis |
| Tingkat Kelangkaan | Beberapa jenis lebih jarang ditemukan | Sangat mudah ditemukan |
| Harga Pasaran | Umumnya lebih mahal karena ketersediaan terbatas | Lebih terjangkau dan mudah diperoleh |
| Cocok untuk Pemula | Kurang direkomendasikan karena membutuhkan adaptasi khusus | Sangat cocok untuk pemula |
Pertanyaan Umum Seputar Burung Belibis
1. Apakah Burung Belibis Bisa Dipelihara di Rumah?
Ya, burung belibis dapat dipelihara di rumah asalkan tersedia area yang cukup luas, sumber air, serta lingkungan yang menyerupai habitat alaminya.
2. Apa Makanan Utama Burung Belibis?
Burung belibis umumnya memakan tumbuhan air, biji-bijian, rumput muda, serta hewan kecil yang hidup di sekitar perairan.
3. Berapa Harga Burung Belibis?
Harga burung belibis bervariasi tergantung jenis, usia, dan ketersediaan stok. Untuk burung dewasa biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp900.000 per pasang.
4. Apa Perbedaan Burung Belibis dan Bebek?
Burung belibis memiliki kemampuan terbang yang lebih baik, suara menyerupai siulan, dan lebih sering hidup di habitat alami dibandingkan bebek domestik.
5. Apakah Burung Belibis Termasuk Unggas yang Dilidungi?
Status perlindungan burung belibis bergantung pada spesiesnya. Karena itu, sebaiknya pastikan burung yang dipelihara berasal dari penangkaran legal dan bukan hasil tangkapan liar.
Tertarik Memelihara Burung Belibis?
Kami menyediakan burung belibis hasil penangkaran legal dengan kondisi sehat dan siap kirim ke berbagai daerah di Indonesia.
Hubungi admin di bawah ini untuk konsultasi stok, jenis, dan harga terbaru.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3

Mugiyanto, pakar ayam hias sejak 1999, kerap berbagi keahliannya di berbagai channel YouTube, Trans TV, TVRI, dan majalah nasional.
Melalui jualayamhias.com, ia memastikan pelanggan mendapatkan ayam hias berkualitas tinggi.

WA kami sekarang..!