Burung Belibis, Si Unggas Air yang Cantik

Burung belibis merupakan unggas air yang banyak ditemukan di Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.

Unggas ini termasuk dalam keluarga Anatidae dari genus Dendrocygna. Burung ini dikenal karena kemampuannya bermigrasi serta suara khasnya yang menyerupai siulan.

Habitat dan Persebaran

Burung belibis dapat ditemukan di berbagai wilayah di dunia, termasuk Jepang, Korea, China, Rusia, Kanada, dan Amerika. Di Indonesia, mereka banyak dijumpai di danau, rawa, hutan mangrove, serta area persawahan.

Karena sering terlihat di sawah, burung ini juga dikenal dengan sebutan belibis sawah.

Berikut ini gambar burung belibis yang merupakan hewan pemakan tumbuh – tumbuhan, keberadaannya pun banyak berhabitat di daerah danau, rawa, hutan magrove dan sawah. | images 1
Berikut ini gambar burung belibis yang merupakan hewan pemakan tumbuh – tumbuhan, keberadaannya pun banyak berhabitat di daerah danau, rawa, hutan magrove dan sawah. | images 1

Habitat burung belibis umumnya berada di daerah perairan dangkal dengan vegetasi yang cukup, yang menyediakan tempat berlindung serta sumber makanan.

Mereka juga dapat hidup di perairan buatan seperti kolam atau waduk, selama lingkungan tersebut memenuhi kebutuhan ekologisnya.

Baca juga : Mengenal Call Duck si Bebek Sultan dari Belanda

Migrasi Burung Belibis

Pada bulan Oktober hingga Desember, burung belibis dari luar Indonesia bermigrasi untuk menghindari musim dingin di tempat asalnya.

Mereka mulai tiba di Indonesia pada awal November untuk mencari habitat yang lebih hangat dan sumber makanan yang melimpah.

Burung belibis melakukan perjalanan panjang dari negara asalnya dengan terbang dalam kelompok besar. Mereka biasanya menggunakan rute migrasi tetap yang telah mereka kenali secara turun-temurun.

Saat migrasi, burung ini cenderung mengeluarkan suara yang khas sebagai cara berkomunikasi dengan kelompoknya.

Ciri-Ciri Burung Belibis

Burung belibis memiliki tubuh berukuran sedang, sekitar 41 cm. Warna tubuhnya didominasi oleh cokelat dan kehitaman, dengan bagian bawah berwarna cokelat kemerahan.

Paruhnya datar dan berwarna hitam, sementara kakinya berwarna abu-abu gelap. Burung ini sering disebut “Whistling Duck” atau itik bersiul karena kemampuannya mengeluarkan suara khas.

Selain itu, burung belibis adalah penerbang yang kuat dan dapat menempuh jarak jauh untuk mencari makan atau bermigrasi. Mereka sering terbang dalam kelompok besar dan mengeluarkan suara berisik saat di udara.

Selain sebagai penerbang handal, burung belibis juga merupakan perenang ulung berkat kakinya yang berselaput, yang membantunya bergerak dengan cepat di air. Mereka mampu menyelam untuk mencari makanan atau menghindari predator.

Berikut merupakan salah satu foto anak Burung Belibis, lucu ya | images 2
Berikut merupakan salah satu foto anak Burung Belibis, lucu ya | images 2

Periode Berkembang Biak

Burung belibis berkembang biak pada bulan Februari, Maret, September, dan November. Setiap induk dapat menghasilkan 8-10 butir telur berwarna krem dalam satu periode bertelur.

Sarang biasanya dibuat di dekat perairan, tersembunyi di antara rerumputan atau semak-semak untuk menghindari predator.

Setelah menetas, anak burung belibis langsung dapat berenang dan mengikuti induknya untuk mencari makan. Mereka tumbuh dengan cepat dan dalam beberapa bulan sudah dapat terbang serta bergabung dengan kelompok yang lebih besar.

Perbedaan antara Belibis Kembang (kiri) & Belibs Sawah (kanan) | gambar 3
Perbedaan antara Belibis Kembang (kiri) & Belibs Sawah (kanan) | gambar 3

Baca juga : Beternak Bebek Mandarin Menjadi Hobi Baru untuk Kalangan Atas

Jenis-Jenis Burung Belibis

Di Indonesia, terdapat dua jenis burung belibis utama:

Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata) – Memiliki bulu kecokelatan dengan corak putih pada sayap dan ukuran tubuh yang lebih besar.

Belibis Batu (Dendrocygna javanica) – Berbulu cokelat kemerahan tanpa warna hitam atau putih di tepi bulu, serta berukuran lebih kecil dibanding belibis kembang.

Makanan Burung Belibis

Burung belibis mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan, biji-bijian, dan vertebrata kecil yang hidup di danau, rawa, hutan mangrove, dan sawah. Mereka sering mencari makan di perairan dangkal dengan cara menyaring air menggunakan paruhnya.

Burung Belibis terlihat sangat cantik di antara bunga teratai | images 4
Burung Belibis terlihat sangat cantik di antara bunga teratai | images 4

Manfaat Budidaya Burung Belibis

Budidaya burung belibis dapat memberikan manfaat ekonomi bagi peternak. Burung ini dapat dipelihara untuk diambil dagingnya atau dijadikan hewan hias.

Selain itu, burung belibis juga memiliki peran ekologis dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan dengan mengontrol populasi serangga dan tumbuhan air.

Beberapa peternak telah berhasil membudidayakan burung belibis dengan metode semi-alami, di mana mereka tetap mempertahankan lingkungan yang menyerupai habitat aslinya.

Metode ini membantu burung tetap berkembang dengan baik dan memudahkan proses reproduksi.

Harga Burung Belibis 

Burung belibis memiliki daya tarik tersendiri karena corak bulunya yang unik, sehingga banyak masyarakat tertarik memeliharanya sebagai hewan hias.

Salah satu tempat yang berhasil menangkarkan burung belibis adalah jualayamhias.com, yang menyediakan burung ini secara legal.

Harga burung belibis dewasa berkisar antara Rp500.000 hingga Rp900.000 per pasang, tergantung usia dan jenisnya. Harga ini cukup sebanding dengan keindahan dan keunikan burung belibis yang dapat menjadi peliharaan eksotis.

Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan populasi burung belibis tetap lestari dan tidak mengalami kepunahan.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

5/5 - (8 votes)

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!