Terbit: 19 Februari 2018 • Update: 7 Agustus 2026
Melihat ayam mengeluarkan kotoran bercampur darah tentu membuat peternak khawatir. Kondisi ini sering kali menjadi tanda koksidiosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit Eimeria yang menyerang saluran pencernaan ayam. Penyakit ini dapat menyerang berbagai jenis ayam, mulai dari ayam kampung, ayam hias, ayam petelur, hingga ayam pedaging.
Koksidiosis termasuk salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kerugian pada peternakan unggas. Selain menurunkan pertumbuhan dan nafsu makan, infeksi yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan angka kematian, terutama pada ayam berusia muda.
Pada artikel ini Anda akan mempelajari penyebab, gejala, cara mengobati, hingga langkah pencegahan penyakit berak darah pada ayam berdasarkan rekomendasi praktisi peternakan serta referensi kesehatan unggas yang kredibel.

Apa Itu Penyakit Berak Darah pada Ayam?
Penyakit berak darah atau koksidiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Parasit ini berkembang biak di dalam usus ayam dan merusak jaringan usus sehingga terjadi peradangan, gangguan penyerapan nutrisi, hingga perdarahan.
Menurut Merck Veterinary Manual, koksidiosis merupakan salah satu penyakit enterik yang paling penting pada industri perunggasan karena mampu menyebabkan penurunan performa produksi sekaligus meningkatkan biaya pengobatan.
Ayam berusia 3–8 minggu merupakan kelompok yang paling rentan karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara optimal. Meskipun demikian, ayam dewasa juga tetap dapat terinfeksi apabila kondisi kandang kurang bersih atau memiliki kelembapan tinggi.

Penyebab Penyakit Berak Darah pada Ayam
Penyebab utama penyakit ini adalah infeksi parasit Eimeria spp. Parasit tersebut masuk ke dalam tubuh ayam melalui pakan, air minum, atau litter yang telah terkontaminasi kotoran ayam yang terinfeksi.
Setelah tertelan, parasit berkembang biak di dalam usus dan merusak lapisan dinding usus. Kerusakan inilah yang menyebabkan kotoran ayam bercampur darah.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko koksidiosis antara lain:
- Kandang yang lembap dan jarang dibersihkan.
- Kepadatan ayam terlalu tinggi.
- Tempat pakan dan minum kotor.
- Ventilasi kandang kurang baik.
- Ayam mengalami stres akibat perpindahan kandang atau perubahan cuaca.
Semakin lembap kondisi kandang, semakin mudah ookista Eimeria berkembang dan menginfeksi ayam lain.
Gejala Penyakit Berak Darah pada Ayam
Gejala koksidiosis dapat berbeda-beda tergantung tingkat keparahan infeksi. Pada tahap awal, ayam biasanya hanya terlihat kurang aktif. Namun apabila infeksi semakin berat, gejalanya akan semakin jelas.
Beberapa tanda yang paling sering ditemukan antara lain:
- Kotoran bercampur darah atau berwarna cokelat kemerahan.
- Nafsu makan menurun.
- Ayam tampak lesu dan lebih sering diam.
- Bulu kusam dan mengembang.
- Sayap menggantung.
- Berat badan tidak bertambah.
- Tubuh mengalami dehidrasi.
- Jengger terlihat pucat akibat anemia.
Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebabkan kematian, terutama pada ayam muda.

Baca juga : Mengenal Penyakit Snot/Coryza yang Sering Menyerang Ayam. Simak Pengobatannya !
Cara Mengobati Penyakit Berak Darah pada Ayam
Penanganan sejak dini sangat menentukan peluang kesembuhan ayam. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar kemungkinan ayam dapat pulih tanpa mengalami kerusakan usus yang parah.
Langkah pertama adalah memisahkan ayam yang sakit dari kawanan agar tidak menjadi sumber penularan.
Selanjutnya, berikan obat antikoksidia sesuai petunjuk penggunaan. Beberapa bahan aktif yang umum digunakan untuk mengendalikan koksidiosis antara lain amprolium, toltrazuril, atau sulfonamide. Penggunaan obat harus mengikuti dosis pada label produk atau anjuran dokter hewan untuk menghindari resistensi maupun residu obat.
Selain obat utama, ayam juga sebaiknya mendapatkan vitamin A, vitamin K, dan elektrolit untuk membantu mempercepat pemulihan jaringan usus, mengurangi risiko perdarahan, serta mencegah dehidrasi.
Ayam yang sedang menjalani pengobatan juga perlu ditempatkan di kandang yang bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang baik agar proses penyembuhan berlangsung lebih optimal.
Cara Mencegah Penyakit Berak Darah pada Ayam
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Koksidiosis dapat dicegah dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik, terutama menjaga kebersihan kandang dan memutus siklus hidup parasit Eimeria.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Jaga Kebersihan Kandang
Parasit Eimeria berkembang sangat baik pada litter atau alas kandang yang lembap dan tercampur kotoran ayam. Oleh karena itu, bersihkan kandang secara rutin dan segera ganti litter yang sudah basah.
Selain itu, usahakan lantai kandang tetap kering agar perkembangan ookista (telur parasit) dapat ditekan.
2. Bersihkan Tempat Pakan dan Minum
Tempat pakan dan minum yang kotor dapat menjadi media penyebaran berbagai penyakit, termasuk koksidiosis. Cucilah tempat pakan dan minum setiap hari menggunakan air bersih, kemudian lakukan desinfeksi secara berkala.
3. Hindari Kepadatan Kandang Berlebihan
Kandang yang terlalu padat mempercepat penularan penyakit karena ayam lebih sering kontak dengan kotoran yang mengandung ookista Eimeria.
Pastikan jumlah ayam disesuaikan dengan luas kandang agar sirkulasi udara tetap baik dan tingkat stres ayam dapat ditekan.

4. Berikan Pakan Bergizi
Ayam yang memiliki daya tahan tubuh baik cenderung lebih mampu melawan infeksi dibanding ayam yang kekurangan nutrisi.
Pastikan pakan mengandung protein, energi, vitamin, dan mineral yang cukup sesuai umur ayam. Air minum juga harus selalu tersedia dalam keadaan bersih.
5. Gunakan Vaksin atau Antioksida Sesuai Kebutuhan
Pada peternakan dengan populasi besar atau memiliki riwayat koksidiosis, penggunaan vaksin koksidiosis maupun antikoksidia dalam program pencegahan dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi dokter hewan atau tenaga kesehatan hewan.
Baca juga : Cara Mengobati Penyakit Ayam di Cuaca Buruk dengan Kapsul Trimezyn
Cara Membedakan Berak Darah dengan Penyakit Pencernaan Lain
Tidak semua diare pada ayam disebabkan oleh koksidiosis. Oleh karena itu, peternak perlu mengenali perbedaannya.
| Penyakit | Ciri Kotoran | Gejala Utama |
|---|---|---|
| Koksidiosis | Berdarah atau cokelat gelap | Lesu, nafsu makan turun, anemia |
| Berak Kapur (Pullorum) | Putih seperti kapur | Mencret putih, anak ayam lemah |
| Salmonellosis | Hijau kekuningan | Demam, lesu, dehidrasi |
Apabila gejala yang muncul tidak sesuai dengan ciri-ciri di atas atau angka kematian meningkat dengan cepat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter hewan agar mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Dampak dan Kerugian Akibat Koksidiosis
Meskipun tidak selalu menyebabkan kematian, koksidiosis hampir selalu menimbulkan kerugian ekonomi apabila tidak segera ditangani.
Beberapa dampaknya antara lain:
| Dampak | Pengaruh Terhadap Peternakan |
| Pertumbuhan terhambat | Bobot ayam tidak optimal |
| Nafsu makan menurun | Konsumsi pakan meningkat tetapi pertumbuhan lambat |
| Angka kematian meningkat | Kerugian finansial bertambah |
| Kekebalan tubuh menurun | Ayam lebih mudah terserang penyakit lain |
| Biaya pengobatan bertambah | Profit usaha menurun |
Menurut FAO, koksidiosis merupakan salah satu penyakit unggas dengan kerugian ekonomi terbesar di dunia karena memengaruhi pertumbuhan, efisiensi pakan, dan produktivitas ayam.
Kapan Harus Menghubungi Dokter Hewan?
Segera konsultasikan dengan dokter hewan apabila:
- Lebih dari 10% ayam menunjukkan gejala berak darah.
- Angka kematian meningkat dalam waktu singkat.
- Ayam tidak membaik setelah pengobatan selama 2–3 hari.
- Kotoran berdarah terus muncul meskipun kandang sudah dibersihkan.
- Anda ragu membedakan koksidiosis dengan penyakit lain seperti pullorum atau salmonellosis.
Diagnosis laboratorium melalui pemeriksaan feses atau nekropsi akan membantu memastikan jenis penyakit sehingga pengobatan menjadi lebih tepat.
Pertanyaan Umum Seputar Penyakit Berak Darah Ayam
1. Apakah penyakit berak darah pada ayam bisa menular ke ayam lain?
Ya. Koksidiosis dapat menyebar dengan cepat melalui kotoran yang mengandung ookista Eimeria. Oleh karena itu, ayam yang sakit sebaiknya segera dipisahkan dan kandang dibersihkan secara menyeluruh.
2. Berapa lama ayam sembuh dari penyakit berak darah?
Apabila ditangani sejak awal dengan obat antikoksidia yang tepat, sebagian besar ayam mulai menunjukkan perbaikan dalam waktu 3–5 hari. Lama penyembuhan bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kondisi kesehatan ayam.
3. Apakah ayam yang pernah terkena koksidiosis bisa terkena lagi?
Bisa. Ayam memang dapat membentuk kekebalan terhadap spesies Eimeria tertentu, tetapi masih berisiko terinfeksi spesies lain atau kembali sakit jika sanitasi kandang buruk.
4. Bagaimana cara membedakan berak darah dengan berak kapur pada ayam?
Berak darah ditandai kotoran berwarna merah atau cokelat gelap akibat perdarahan usus, sedangkan berak kapur menghasilkan kotoran berwarna putih seperti kapur. Penyebab kedua penyakit ini juga berbeda sehingga penanganannya tidak sama.
5. Bagaimana cara mencegah penyakit berak darah pada ayam sejak dini?
Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan kandang, menghindari kelembapan berlebih, memberikan pakan bergizi, menyediakan air minum yang bersih, serta menerapkan program biosekuriti dan vaksinasi sesuai anjuran dokter hewan.
Tertarik Memelihara Ayam yang Sehat?
Menjaga kesehatan ayam dimulai dari memilih bibit yang berkualitas dan menerapkan pemeliharaan yang benar. Kami menyediakan berbagai jenis ayam hias dan ayam produksi yang sehat, aktif, serta siap dikirim ke berbagai wilayah Indonesia menggunakan kargo hewan yang aman.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar penyakit ayam, perawatan, maupun ingin mengetahui stok dan harga ayam terbaru, jangan ragu untuk menghubungi tim kami. Kami siap membantu Anda memilih ayam sesuai kebutuhan sekaligus memberikan konsultasi sebelum pembelian.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk konsultasi GRATIS dan cek stok ayam hari ini.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!