Penyakit snot pada ayam merupakan salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ternak ayam di Indonesia. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, menurunkan produktivitas ayam, bahkan berujung pada kematian jika tidak segera ditangani dengan baik.
Beternak ayam memang menjadi salah satu kegiatan yang banyak diminati masyarakat. Selain sebagai hobi, usaha ternak ayam juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Saat ini terdapat berbagai jenis ayam yang banyak dibudidayakan seperti ayam kampung super (JOPER), ayam broiler, ayam pejantan, hingga ayam SRF.
Namun dalam proses pemeliharaannya, peternak sering menghadapi kendala berupa serangan penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering muncul adalah penyakit snot atau coryza pada ayam yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Penyakit ini bersifat menular dan dapat menyebar dengan cepat di dalam kandang jika tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk memahami penyebab, ciri-ciri, serta cara mengobati penyakit snot pada ayam.

Apa Itu Penyakit Snot pada Ayam?
Penyakit snot pada ayam atau yang sering disebut juga dengan Infectious Coryza merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus gallinarum. Penyakit ini biasanya muncul saat terjadi perubahan musim atau kondisi lingkungan yang tidak stabil.
Perubahan cuaca seperti musim pancaroba dapat menurunkan daya tahan tubuh ayam sehingga lebih rentan terserang penyakit. Snot dapat menyerang hampir semua umur ayam, baik ayam muda maupun ayam dewasa.
Penyakit ini juga dikenal cukup merugikan bagi peternak karena dapat menurunkan produksi telur dan meningkatkan angka kematian pada ayam yang terinfeksi.
Ciri-Ciri Ayam Terkena Penyakit Snot
Agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, peternak perlu mengenali ciri-ciri ayam terkena penyakit snot. Ayam yang terserang penyakit ini biasanya menunjukkan beberapa gejala yang cukup mudah dikenali.
- Ayam terlihat lemas dan bulunya tampak kusam
- Sayap turun dan ayam terlihat kurang aktif
- Pertumbuhan ayam menjadi lebih lambat
- Keluar lendir kental berwarna kekuningan dari hidung
- Lendir berbau tidak sedap atau busuk
- Terjadi pembengkakan pada wajah dan sekitar mata
- Muncul kerak pada lubang hidung
- Ayam mengeluarkan suara ngorok
- Nafsu makan menurun
Jika tanda-tanda tersebut mulai terlihat, sebaiknya ayam segera dipisahkan dari ayam yang sehat agar penyakit tidak menyebar ke seluruh kandang.

Perbedaan Penyakit Snot dan ILT pada Ayam
Penyakit snot sering kali memiliki gejala yang mirip dengan penyakit pernapasan lain seperti Infectious Laryngotracheitis (ILT). Kedua penyakit ini sama-sama menyebabkan keluarnya lendir dari hidung dan suara ngorok pada ayam.
Namun terdapat beberapa perbedaan yang bisa dikenali oleh peternak, yaitu:
- Lendir pada penyakit ILT biasanya berbau amis
- Lendir pada penyakit snot cenderung berbau busuk
- Bunyi napas ayam pada ILT terdengar seperti “chekok”
- Pada snot bunyi napas lebih seperti “chek”
Memahami perbedaan ini akan membantu peternak menentukan langkah penanganan yang tepat.
Tingkat Kematian Akibat Penyakit Snot
Penyakit snot pada ayam memiliki tingkat kematian sekitar 10%. Namun tingkat kesakitannya bisa mencapai 50 hingga 80 persen dalam satu kandang.
Penyakit ini bersifat kronis dan dapat berlangsung antara 1 sampai 3 bulan. Ayam yang berumur kurang dari 16 minggu biasanya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.
Pada ayam petelur, penyakit snot juga dapat menurunkan produksi telur hingga 10 sampai 40 persen.
Bagaimana Penyakit Snot Menular?
Penularan penyakit snot pada ayam dapat terjadi dengan sangat cepat terutama jika kondisi kandang kurang bersih.
Beberapa media penularan penyakit ini antara lain:
- Kontak langsung antar ayam
- Udara dan debu di dalam kandang
- Pakan dan air minum yang terkontaminasi
- Peralatan kandang
- Petugas kandang
- Kendaraan yang keluar masuk area peternakan
Karena itu penerapan biosecurity sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit di dalam kandang.

Cara Mengobati Penyakit Snot pada Ayam
1. Memisahkan Ayam yang Sakit
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengkarantina ayam yang sakit agar tidak menularkan penyakit kepada ayam lainnya.
2. Pemberian Antibiotik
Pengobatan penyakit snot biasanya menggunakan beberapa jenis antibiotik seperti:
- Amoxylin
- Streptomycin
- Sulfadimethoxine
- Sulfathiazole
- Enrofloxacin
- Colistin
Pada kondisi yang lebih parah, peternak dapat memberikan obat suntik seperti sulfamix dengan dosis sekitar 0,4 cc per kilogram bobot ayam.
3. Pemberian Vitamin
Vitamin sangat penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam. Pemberian vitamin juga dapat membantu mempercepat proses pemulihan ayam yang sakit.
Cara Mencegah Penyakit Snot pada Ayam
Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menghindari kerugian akibat penyakit snot. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Membersihkan kandang secara rutin
- Menjaga kebersihan tempat pakan dan minum
- Menyemprot kandang dengan disinfektan secara berkala
- Menerapkan biosecurity pada area kandang
- Memberikan pakan dengan nutrisi seimbang
- Memberikan vitamin dan vaksin secara rutin
Pembersihan kandang sebaiknya dilakukan minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu agar lingkungan tetap sehat bagi ayam.
Pemesanan Bibit Ayam dan Bebek
Bagi Anda yang tertarik memulai usaha ternak ayam atau ingin menambah populasi ayam di kandang, tersedia berbagai pilihan bibit ayam dan bebek berkualitas.
Kami menyediakan berbagai jenis DOC ayam, ayam kampung unggulan, ayam hias, serta berbagai jenis bebek yang sehat dan siap dikirim ke berbagai daerah.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai daftar harga, ketersediaan bibit, serta cara pemesanan, Anda dapat menghubungi nomor yang tersedia pada bagian kontak di bawah.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!
Mhn bimbingan saya akamencoba untuk berternak
Silahkan bisa menghubungi kami ya Pak