Cara Mudah Mengatasi Penyakit Berak Darah pada Ayam

Koksidiosis merupakan penyakit ayam yang disebabkan oleh protozoa yang bernama eimeria sf atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit berak darah.

Hal ini terjadi di mana eimeria menginvestasi bibit mikroorganisme ke dalam sel tubuh sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan investasi klinis yang dapat merusak saluran pencernaan yaitu usus.

Akibatnya proses pencernaan berupa gangguan metabolisme dan penyerapan zat makanan, bahkan kehilangan dari rusaknya jaringan usus.

Selain itu ayam akan menjadi rentan terhadap penyakit lain dengan ciri-ciri diare berlendir dan berwarna gelap/ darah sangat bau, bulu berdiri, lemah, lesu, anemia dan dehidrasi.

Ayam yang terkena Penyakit Koksidiosis akan terdapat darah pada kotoran ayam. | image 1Source: temanc.com
Ayam yang terkena Penyakit Koksidiosis akan terdapat darah pada kotoran ayam. | image 1

Bagaimana Penyakit Berak Darah dapat Menyerang Ayam ?

Penyakit berak darah biasanya akan menyerang saat ayam memasuki usia 3 – 6 minggu. Untuk usia ayam yang berada di usia dibawah 3 minggu sangat jarang terjadi, tetapi tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi.

Proses terjadinya berak darah ini disebabkan adanya perkembangkan parasit yang masuk ke dalam tubuh menuju ke usus, dan di usus inilah parasit akan melangsungkan siklus hidupnya.

Jika parasit terus berkembangbiak di usus, maka semakin lama akan menyebabkan luka. Dengan adanya luka inilah pendarahan akan terjadi hingga merusakan jaringan di dalamnya.

Pendarahan ini terjadi karena robeknya pembuluh darah, pendarahan di usus mulai terjadi saat hari ke 4, dan pada hari ke 5-6 pendarahan terlihat semakin banyak.

Jika ayam anda mengalami gejala terserang penyakit berak kapur maka harus segera di tangani | image 2
Jika ayam anda mengalami gejala terserang penyakit berak kapur maka harus segera di tangani | image 2

Kematian pada ayam akan terlihat mulai dari hari ke 4-6 setelah infeksi karena saat itu terjadi infeksi yang sangat hebat. Jika ayam tidak mengalami kematian pada hari 8-9 akan memasuki masa penyembuhan.

BACA JUGA:  8 Solusi Mudah untuk Masalah Ayam Mematuk Telurnya Sendiri

Pada masa penyembuhan ayam akan melakukan perubahan sendiri, kekebalan ayam akan terbentuk sempurna setelah ada infeksi ulangan 3-4 kali dan ayam akan protektif di mana kekebalan tubuh ayam akan bertahan sampai jangka waktu yang lama.

Apa saja Gejala yang ditimbulkan pada Ayam yang terserang Berak Darah ?

Untuk gejala yang ditimbulkan saat ayam terserang penyakit berak darah cukup bermacam – macam.

Contohnya, seperti diare (mencret), tubuh ayam yang menggigil, bulu menjadi kusam, sayam terkuai, dan nafsu makan menjadi berkurang.

Penyakit berak darah dapat ditularkan secara mekanik melalui pekerja kandang dan peralatan yang tercemar (terinfeksi). Selain itu dalam beberapa kasus juga pernah terjadi yang disebabkan oleh debu kandang.

Ayam yang terkena penyakit berak darah biasnaya akan terlihat lesu, lemah dan nafsu makan menurun | image 3Source: Pinterest.com
Ayam yang terkena penyakit berak darah biasnaya akan terlihat lesu, lemah dan nafsu makan menurun | image 3

Baca juga : Mengenal Penyakit Snot/Coryza yang Sering Menyerang Ayam. Simak Pengobatannya !

Pengobatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan larutan amprolium atau sulfonamide dalam air minum dan pemberian air yang dapat mensuplai suplemen dari vitamin A dan K dapat mempercepat proses penyembuhan.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Berak Darah ?

Agar hewan yang diternakan tetap dalam keadaan sehat – sehat, maka peternak perlu memberikan perawatan yang terbaik.

Perawatan ini dapat dimulai dari pembersihan kandang secara berkala, pemberian pakan yang berkualitas, vaksin pada hewan ternak, dan pemberian vitamin.

Selain itu Anda sebagai peternak juga dapat mecegah penyakit berak darah tersebut dengan melakukan cara sebagai berikut ini :

  • Cara yang pertama dengan membersihkan area lantai kandang. Pada bagian lantai kandang dicuci menggunakan air bersih. Hal ini berguna agar kotoran yang menempel di bagian kandang dapat hilang. Setelah itu Anda juga dapat membersihkannya dengan detergen.
  • Usahakan agar peternak dapat membuat ventilasi kandang dengan baik. Hal ini agar tidak membuat kandang menyadi lembab sehingga udaara dapat berganti dengan yang bersih.
  • Cuci perlatan kandang yang telah selesai digunakan hingga benar – benar berish.
  • Taburkan lantai kadang dengan menggunakan bubuk kapur. Bubuk kapur ini dapat membasmi virus/ bakteri yang menempel di lantai kandang.
  • Kotoran ayam akan menjadi lembek, bertekstur cair serta memiliki warna kecoklatan karena mengandung darah.
  • Pertumbuhan ayam menjadi lebih lambat dibandingkan dengan jenis ayam lainnya.
  • Selain pertumbuhan yang melambat, ayam akan cenderung menurun nafsu makannya.
  • Saat ayam dalam keadaan mati, pada bagian usus ayam yang terkena penyakit berak darah akan terdapat pembengkakan di usus besar yang berisi darah.
Salah satu cara megantispasi agar ayam tidak mudah terserang penyakit yakni dengan menerapkan pola pemeliharaan yang baik | image 4Source: Nura Sikin
Salah satu cara megantispasi agar ayam tidak mudah terserang penyakit yakni dengan menerapkan pola pemeliharaan yang baik | image 4

Penyakit ini menyerang ayam dari segala umur, dari anakan hingga dewasa. Akan tetapi ayam yang berusia muda lebih rentan terhadap penyakit ini.

BACA JUGA:  Pengaruh Cuaca dan Langkah Antisipasi terhadap Kesehatan Ayam Hias

Kerugian yang ditimbulkan dari penyakit ini jelas terjadi berupa penurunan produksi yang cukup signifikan, karena dapat memicu gagalnya program vaksinasi, dengan antibody akan rendah dan tidak optimal dapat memicu timbulnya penyakit lain seperti ND, gumboro dan mareks.

Obat apa yang dapat diberikan untuk mengatasi Penyakit Berak Darah tersebut ? 

Untuk jenis obat yang dapat diberikan untuk ayam yang terkena penyakit berak darah/ koksidosis yakni dengan Obat Ayam Therapy. Obat ini dapat menyembuhkan penyakit diantaranya adalah :

1. Kolera (berak hijau).
2. Pullorum (berak kapur & kedinginan).
3. CRD atau Ngorok.
4. Koksidiosis (berak darah, berak kapur, sayap turun, bulu kusam).
5. Korisa atau SNOT (pilek, muka bengkak).
6. Synovitis (radang persendian).

Sedangkan aturan yang digunakan untuk pengobatan yakni 1 gram per 1 litter air kemudian diberikan selama 3 hari secara berturut. Jika terjadi tanda – tanda yang cukup banyak, maka dapat diberikan hingga 7 hari.

Baca juga : Cara Mengobati Penyakit Ayam di Cuaca Buruk dengan Kapsul Trimezyn

Obat Therapy menjadi salah satu solusi untuk menyembuhkan penyakit Berak Darah pada ternak ayam | image 5Source: Hasti Nurchayati
Obat Therapy menjadi salah satu solusi untuk menyembuhkan penyakit Berak Darah pada ternak ayam | image 5

Lalu jika digunakan sebagai tindakan pencegahan, maka 1 gram per 2 litter air minum diberikan selama 5 – 7 hari secara berturut – turut.

Apabila ayam yang diternakan akan disembelih guna dikonsumsi maka Anda harus menghentikan pemberian obat 5 hari sebelum ayam disembelih.

Pengendalian dari penyakit ini bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan, pemberian koksidiostat yang dicampurkan ke dalam makanan atau minuman dan penggunaan vaksin koksidia.

Pemberian koksidiostat harus dengan cara dan takaran yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan efek samping.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan usaha ternak ayam pedaging, ayam petelur, bebek pedaging, bebek petelur atau ayam hias. Kami dari jualayamhias.com menyediakan berbagai jenis ayam ras negeri ataupun ayam kampung dengan harga terjangkau.

BACA JUGA:  7 Tahapan Agar Anda Lebih Dekat dengan Ayam Kesayangan

Pengiriman dapat kami lakukan hingga keseluruh wilayah Indonesia dan dengan ongkir terjangkau serta aman. Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai daftar harga ayam, cara pengiriman, cara pemesanan dan lain sebagainya hubungi layanan kami berikut ini :

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0856-4772-3888

CS 2

0812-4648-2525

CS 3

0813-6330-7506

5/5 - (15 votes)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WhatsApp WA kami sekarang..!
%d blogger menyukai ini: