Terbit: 24 Feb 2017 • Update: 4 April 2026
Ayam Pelung dikenal sebagai ayam hias khas Indonesia yang memiliki suara kokok panjang, merdu, dan berirama. Bahkan, kualitas suara menjadi faktor utama dalam menentukan nilai jual dan prestasi ayam ini.
Namun, banyak peternak yang mengeluhkan suara ayam menjadi serak, pendek, atau tidak stabil. Padahal, kualitas kokok sangat dipengaruhi oleh perawatan yang tepat.
Sebelum masuk ke perawatan, penting untuk memahami terlebih dahulu penyebabnya.
Suara kokok ayam Pelung dipengaruhi oleh faktor genetik, kesehatan, nutrisi, dan lingkungan. Bahkan suara kokok sendiri merupakan bagian dari perilaku alami pejantan untuk menarik betina dan menunjukkan dominasi wilayah.
Jika salah satu faktor terganggu, maka kualitas suara bisa menurun, misalnya suara menjadi serak, pendek, atau tidak merdu.

Faktor yang Mempengaruhi Suara Ayam Pelung
Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suara ayam pelung.
1. Perawatan Kandang yang Optimal
Lingkungan kandang memiliki dampak besar pada kesehatan fisik dan mental Ayam Pelung, yang secara langsung mempengaruhi kualitas kokoknya.
Kondisi kandang yang bersih dan nyaman akan membuat ayam lebih semangat dan sehat, sehingga kokoknya pun terdengar merdu.
A. Desain Papan Tengger
Buat papan tengger yang kokoh dan nyaman, idealnya terbuat dari kayu alami dengan diameter yang pas untuk cengkeraman kaki ayam.
Ketinggian papan tengger juga harus disesuaikan, tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
B. Kebersihan Kandang
Ayam Pelung memiliki kebiasaan mematuk benda apapun yang ada di sekitarnya. Jika ada benda berbahaya atau kotoran masuk ke tenggorokannya, ini bisa merusak suara kokok. Bersihkan kandang secara rutin.
C. Sirkulasi Udara
Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik namun tetap terlindung dari angin kencang. Udara lembap bisa memicu penyakit pernapasan yang mengganggu kokok ayam.
2. Pemberian Pakan dan Nutrisi yang Sesuai
Diet yang tepat dan seimbang adalah fondasi utama untuk menjaga kesehatan tenggorokan dan stamina Ayam Pelung. Pakan yang berkualitas tidak hanya membuat ayam sehat, tetapi juga mendukung produksi suara yang optimal.
A. Campuran Pakan Harian
Kombinasi beras merah, kacang hijau, dan gabah sangat direkomendasikan. Disarankan juga untuk menyediakan karbohidrat, protein, dan serat.
B. Pemberian Kroto/Jangkrik
Tambahan protein hewani dan mineral yang baik untuk vitalitas ayam kontes.
C. Buah-buahan Pendukung Suara:

3. Peran Multivitamin dan Ramuan Herbal untuk Stamina & Keindahan Suara
Ayam Pelung umumnya dipelihara untuk dinikmati suara kokoknya, maka dari itu pemberian suplemen tambahan menjadi penting untuk menjaga kondisi tubuh dan kualitas suaranya.
A. Pemberian Multivitamin Rutin
Multivitamin khusus unggas mendukung fungsi organ dan kekebalan tubuh. Konsultasikan dosis dengan ahli.
B. Jejamuan atau Ramuan Herbal
Contoh: campuran jahe parut, kencur, madu, dan kuning telur kampung. Berikan 2–3 kali seminggu untuk menjaga stamina dan memperindah suara kokok.
Penelitian menunjukkan bahwa suara ayam pelung memiliki pola tertentu yang dapat dianalisis secara bioakustik, termasuk durasi dan frekuensi kokok yang dipengaruhi kondisi tubuh ayam.
Standar Suara Ayam Pelung Berkualitas
Berdasarkan penelitian di Jawa Barat, ayam pelung yang berkualitas memiliki durasi kokok yang cukup panjang.
Dalam studi yang dilakukan di peternak ayam pelung, durasi kokok rata-rata bisa mencapai sekitar 8–11 detik, bahkan lebih pada ayam yang sudah juara.
Artinya, semakin panjang dan stabil kokok ayam, maka semakin tinggi nilai kualitasnya.
Ingin memiliki Ayam Pelung berkualitas dengan kokok merdu?
Kami menyediakan bibit unggul Ayam Pelung siap kontes dengan perawatan profesional.
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!