Terbit: 27 April 2016 • Update: 17 Mei 2026
Bagi pemula, dunia ayam pelung sering terasa membingungkan karena banyaknya istilah yang digunakan oleh para penghobi. Padahal, memahami istilah-istilah ini sangat penting agar Anda tidak salah dalam memilih, merawat, maupun menilai kualitas ayam pelung.
Istilah ayam pelung digunakan untuk menggambarkan karakter, kualitas suara, serta kondisi fisik ayam. Dengan memahami istilah-istilah ini, Anda bisa lebih mudah berkomunikasi dengan sesama penghobi dan menentukan ayam pelung yang berkualitas.

Apa Itu Ayam Pelung?
Ayam pelung merupakan salah satu ayam lokal unggulan yang berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jenis ayam ini dikenal memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun belum sepopuler beberapa jenis ayam lainnya di kalangan masyarakat umum, ayam pelung sudah sangat dikenal oleh para penghobi dan masyarakat Jawa Barat, terutama karena suara kokoknya yang merdu.
Keunikan ayam pelung juga terlihat dari postur tubuhnya yang tegap, dengan kaki yang panjang dan kuat, serta paha yang berdaging tebal. Ciri-ciri fisik tersebut menjadikannya tampak gagah dan berbeda dari ayam kampung pada umumnya.
Pada ayam pelung jantan, terdapat ciri khas berupa jengger yang besar, tegak, bergerigi, dan berwarna merah cerah. Namun, daya tarik utamanya terletak pada suara kokoknya yang panjang, khas, dan merdu, sehingga menjadikannya favorit di kalangan penghobi ayam hias.
Untuk menggambarkan berbagai keunikan tersebut, para penggemar ayam pelung juga memiliki sejumlah istilah khusus yang sering digunakan dalam menilai kualitas ayam ini.
Daftar Istilah Ayam Pelung dan Artinya
Para penghobi ayam pelung sering menggunakan berbagai istilah khusus untuk menggambarkan ciri khas ayam yang mereka miliki, baik dari segi suara kokok, warna bulu, bentuk jengger, hingga usia. Berikut ini beberapa istilah yang umum digunakan dalam dunia ayam pelung:
1. Berdasarkan Suara Kokok
Suara kokok adalah daya tarik utama ayam pelung. Berikut beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan karakter suaranya:
- Lunyu: Suara halus, bersih, dan mengalir enak didengar.
- Kukulir: Suara kecil atau lirih.
- Kukudur: Suara besar, berat, dan berwibawa.
- Ngolek: Suara kokok yang terdengar hanya di awal saja dan pendek, tidak berlanjut panjang.
- Kekelur: Suara yang berada di tingkat sedang, tidak terlalu besar atau kecil.
- Kepat: Suara panjang dan mengalun.
- Lostor: Suara kokok yang panjang namun nadanya lurus dan datar, tanpa variasi irama.
2. Berdasarkan Usia
Ayam pelung juga memiliki istilah khusus berdasarkan tahapan usianya. Berikut penjelasan singkatnya:
- DOC (Day Old Chick): Anak ayam yang baru menetas.
- Jodoan: Usia sekitar 1–2 bulan.
- Sapihan: Usia 2–3 bulan.
- Sangkal: Usia 3–4 bulan.
- Danten: Ayam betina usia sekitar 6 bulan.
- Jajangkar: Ayam jantan usia sekitar 6 bulan.
- Bikang: Ayam betina dewasa (di atas 7 bulan).
- Jago: Ayam jantan dewasa (di atas 7 bulan).

3. Berdasarkan Warna Bulu dan Bentuk Jengger
Selain suara dan usia, ayam pelung juga dibedakan dari warna bulu dan bentuk jenggernya. Berikut istilah yang umum digunakan:
- Pejet: Dominan warna hitam, merah, dan kuning emas.
- Jalak: Perpaduan hitam dan kuning kehijauan (kadang putih,hitam, dan kecoklatan).
- Carambaban: Dominan merah hitam dengan bercak putih tidak merata.
- Ragaji Gobet: Jengger pendek dengan ujung bergerigi seperti gergaji.
- Ngeplek Kenca: Jengger miring ke kiri.
- Ngeplek Katuhu: Jengger miring ke kanan.
- Bajing Turun: Jika dilihat dari samping, jenggernya tegak dan besar. Namun jika dilihat dari depan, akan terlihat mengecil ke belakang dan membentuk kurva yang serasi, menyerupai posisi tupai (bajing) saat turun.

Contoh Penggunaan Istilah
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah beberapa contoh percakapan dalam kehidupan sehari-hari:
“Ayam ini kokoknya panjang, kepat, dan ngisi, beda sama yang itu masih kukulir dan kurang tenaga.”
Artinya: Ayam ini memiliki suara panjang, mengalun, dan bertenaga (kualitas bagus), sedangkan ayam kedua masih bersuara kecil dan belum maksimal.
“Kalau masih pemula, enaknya mulai dari jodoan atau sapihan dulu, jangan langsung ambil jago.”
Artinya: Untuk pemula disarankan memilih ayam usia 1–3 bulan (jodoan/sapihan), bukan langsung ayam dewasa (jago).
“Saya cari yang pejet, tapi jenggernya jangan ngeplek kenca, lebih bagus yang rapi atau bajing turun.”
Artinya: Pembeli ingin ayam dengan warna pejet, namun menghindari jengger miring ke kiri dan lebih memilih bentuk jengger yang ideal.
Tips Memilih Ayam Pelung untuk Pemula
Setelah memahami istilah, Anda bisa mulai memilih ayam dengan lebih tepat:
- Pilih ayam dengan suara panjang dan stabil
- Perhatikan mental ayam (tidak mudah takut)
- Pastikan kondisi tubuh sehat
- Dengarkan langsung suara kokoknya
🐔 FAQ Istilah Ayam Pelung
Apa yang dimaksud dengan istilah “lunyu” pada ayam pelung?
Apa perbedaan istilah kukulir, kukudur, dan ngolek?
Apa arti istilah “jago” dalam ayam pelung?
Mengapa istilah pada ayam pelung penting untuk dipahami?
Apakah istilah ayam pelung hanya berdasarkan suara kokok?
Tertarik Mempunyai Ayam Pelung Berkualitas?
Jika Anda sedang mencari ayam pelung dengan kualitas suara bagus, postur ideal, dan siap dikembangkan sebagai koleksi maupun lomba, kami menyediakan ayam pelung yang dirawat dengan standar terbaik. Ayam pelung sendiri dikenal sebagai ayam khas Indonesia dengan suara kokok panjang dan merdu yang menjadi daya tarik utama para penghobi .
Kami menyediakan ayam pelung berbagai usia mulai dari 1 bulan hingga dewasa, sehingga Anda bisa memilih sesuai kebutuhan—baik untuk pemula, pembesaran, maupun calon ayam lomba. Anda juga bisa menanyakan stok terbaru, video suara ayam, serta rekomendasi terbaik agar tidak salah pilih.
Kami siap membantu Anda mendapatkan ayam pelung berkualitas untuk menambah koleksi maupun meningkatkan peluang sukses di dunia ayam pelung. Hubungi layanan pelanggan kami berikut ini untuk mengetahui informasi lengkap lainnya :
WHATSAPP/TELP/SMS
CS 1
CS 2
CS 3





WA kami sekarang..!